BALI-NUSA DUA

Lombok Barat Siap jadi Kawasan Korporasi Durian

MONITOR, Lombok Barat – Di era kepemimpinan Menteri Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian tidak hanya padat dengan kegiatan regular saja. Banyak program unggulan yang digagas Amran menuai pujian. Seperti program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera atau dikenal BEKERJA yang sudah dua tahun ini digulirkan. Pasalnya, program pertanian ini menyasar rumah tangga miskin berorientasi peningkatan kesejahteraan.

Direktorat Jenderal Hortikultura turut bergabung dengan pengembangan sayuran dan durian turut ambil bagian dalam program ini. Saat dihubungi, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menjelaskan sejauh mana dukungan jajarannya.

“Pada intinya padu padan ini mengacu pada ruh kegiatan BEKERJA itu sendiri, yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” ujar pria yang akrab dipanggil Anton ini

Dirinya memaparkan, mulai dari lingkup kecil, sedikit-sedikit disatukan menjadi besar, kuat dan mapan. Pada program tersebut, jangka pendek difokuskan dengan bantuan berbagai jenis sayuran. Ini karena siklus usahanya pendek, jangka menengah dari pengelolaan ternak dan jangka panjang dari pemanfaatan tanaman buah tahunan yaitu durian.

“Nah khusus untuk bantuan tanaman buah kita arahkan supaya nanti berkembang menjadi kawasan korporasi. Jadi intinya bukan hanya sekedar peningkatan kesejahteraan masyarakat saja. Tapi nanti kita ingin berkembang menjadi suatu badan usaha berskala ekonomi yang mandiri, berdaya saing dan memiliki kemudahan akses. Sudah saatnya Indonesia membangun pertanian berskala ekonomi dari hulu sampai hilir,” papar Anton.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat, Muhur Zokhri mengaku siap mensukseskan program BEKERJA di wilayahnya. Apalagi program ini berfokus pada pengentasan kemiskinan.

“Jadi yang tidak tergabung dalam kelompok tani pun bisa merasakan program pembangunan pertanian. Lombok Barat punya potensi durian lebih dari 200 hektare. Tersebar mulai dari Batulayar, Gunungsari, Lingsar, Labuhapi sampai Narmada. Banyak durian di situ, mulai dari monthong, si payuk, si gundul, tongmedaye ada. Klop lah, pusat punya program, kita ada potensi,” ujar Muhur.

Dirinya melihat program ini akan banyak mengedukasi masyarakat. Pengelolaan tanaman durian secara baik dalam bentuk kawasan korporasi tentu bisa memberikan nilai tambah.

Nurhayati, ketua KWT Kemuning Bersatu dari Kuripan Lombok Barat, salah satu penerima bantuan program BEKERJA mengungkapkan kegembiraannya saat di wawancarai.

“Senang sekali mas. Jarang jarang ada kegiatan seperti ini sampai di kami. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, kami yang jauh di sini juga diperhatikan. Apalagi kami mau dapat bantuan tanaman durian juga. Bisa makmur desa kami nanti,” ungkap Nurhayati.

Nurhayati dan kelompoknya ingin dirinya dan kelompoknya jadi percontohan. Dirinya berharap hal ini berjangka panjang dan bermanfaat.

“Jadi nanti keinginan kami kegiatan tetap eksis dan terus berkembang. Saya sudah wanti wanti kepada anggota kelompok, program seperti ini jangan disia siakan. Apalagi kalau nanti ini berkembang menjadi kawasan korporasi, waduh anak cucu kami pastilah senang. Siapa yang tidak mau kesejahteraan hidupnya lebih baik,” ujarnya penuh semangat.

Recent Posts

Kampus Desa Mendunia, UIN Saizu Kini Miliki Mahasiswa dari 28 Negara

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menggelar “Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara”. Acara ini berlangsung…

3 jam yang lalu

Sengketa Sawit, Indonesia Minta Izin WTO Bekukan Kewajiban ke Uni Eropa

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan mengajukan permintaan penangguhan konsesi atau  kewajiban lainnya yang ditujukan…

8 jam yang lalu

DPR: Kesepakatan Dagang Indonasia-Amerika Harus Beri Manfaat Seimbang

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menilai rencana kesepakatan persetujuan…

10 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Libatkan UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

12 jam yang lalu

Wujudkan Religiusitas yang Socially Impactful di Bulan Ramadan, Diktis Kemenag Salurkan Santunan untuk Yatim Piatu

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama…

13 jam yang lalu

Kemenag Tantang Rohis Warnai Medsos dengan Konten Islami Positif

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak santri Rohani Islam (Rohis) untuk mewarnai media sosial dengan…

17 jam yang lalu