Seteru PB Djarum-KPAI Temukan Titik Terang, Ini Hasilnya

140
Ratusan anak-anak antusias mengikuti audisi bulutangkis Djarum

MONITOR, Jakarta – Seteru antara PB Djarum dengan KPAI terkait audisi bulutangkis Djarum bagi anak-anak mulai menemukan titik terang. Hari ini, Kamis (12/9), sejumlah pihak dari KPAI, Djarum Foundation mengadakan pertemuan khusus.

Pertemuan itu didampingi oleh Menpora RI Imam Nahrawi dan pihak PBSI di Gedung Kemenpora RI. Hasilnya, kedua intansi tersebut menyepakati adanya kesinambungan audisi bulutangkis dengan beberapa catatan.

Sejumlah poin kesepakatan tertulis dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh Menpora Imam Nahrawi, perwakilan PB Djarum Lius Pongoh, Ketua KPAI Susanto dan Sekjen PBSI Achmad Budiharto. Pertama, semua instansi harus mempertimbangkan adanya ketersediaan atlet bulutangkis usia muda secara selektif dan berjenjang dalam kontribusi bagi proses pembibitan aytlet bulutangkis nasional.

“Karena cabang olahraga ini masih menjadi cabang yang menyumbang utama perolehan medali di sejumlah event olahraga internasional,” demikian kutipan surat tersebut, yang diterima MONITOR, Kamis (12/9).

Selain itu, pihak PB Djarum dan KPAI pun mendapatkan catatan khusus. Untuk PB Djarum, diminta untuk mengubah nama yang semula Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis tanpa menggunakan logo, merk, dan brand image Djarum.

Selanjutnya bagi KPAI, diminta sepakat untuk mencabut kembali surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian Audisi Djarum.

Kemenpora, KPAI dan PBSI pun saling bersepakat untuk memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu kesepakatan tersebut.