PARLEMEN

DPR: Kerjasama Indonesia-Thailand di Bidang Energi Baru Terbarukan Harus Kian Dipererat

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Agus Hermanto mengatakan bahwa kerjasama antara Indonesia dengan Thailand terkait di bidang energi baru terbarukan, harus kian dipererat.

Hal itu disampaikan Agus Hermanto dalam kunjungan Muhibanya ke perusahaan Bangchack Corporation Publik Company (BCPG) asal Thailand yang berkerjasama dengan PT. Star Energy asal Indonesia yang telah melakukan kerjasama pada bidang energi di Jawa Barat, Selasa (27/8).

“Kita ketahui bersama Indonesia mempunyai potensi sumber geothermal yang cukup tinggi, yaitu sekitar 28 Giga Watt (GW). Dulu saat pertama kali mengikuti perkembangan geothermal baru sekitar 5 persen yang dimanfaatkan, sekarang sudah 8 persen. Sehingga posisi kita sekarang menjadi yang kedua setelah Amerika Serikat,” kata Agus dalam kunjungan muhibahnya meninjau BCPG Solar Farm di Thailand, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/8).

Masih dikatakan dia, BCPG base core bisnisnya adalah solar cell. Di Thailand BCPG telah memproduksi solar cell di atas lahan seluas 21 hektar dengan ratusan ribu panel. Sehingga memang energi terbarukan sudah tercetak di sini (Thailand). Kemudian di beberapa tempat di Indonesia, perusahaan ini juga mengerjakan geothermal.

“Tentunya yang mereka lakukan ini menjadi dambaan kita semua. Selain itu, perusahaan ini juga ahli di bidang biomas, kan kita banyak memproduksi minyak kelapa sawit, tapi tidak digunakan secara maksimum, dengan tekhnologi mereka bisa dimanfaatkan menjadi energi,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Menurut Agus, solar cell juga merupakan energi terbarukan yang sekarang ini masih dalam tahap pengembangan. DPR RI dan Pemerintah, sambung dia, sudah sangat serius dalam mengembangkan energi baru terbarukan, karena memang ke depan energi fosil harus ditinggalkan.

Ia pun juga mengajak DPR dan Pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa energi terbarukan ini harus diperkuat. Karena energi terbarukan ini kedepan merupakan rantai kemakmuran.

Tidak hanya itu, Agus mengusulkan, agar pemerintah memberikan insentif bagi masyarakat yang menggunakan solar cell seperti di Thailand. Karena itu, memang energi terbarukan ini bisa diperoleh dengan harga yang cukup mahal.

“Karena memang di Indonesia juga biaya listrik masih mahal, untuk itu pemerintah harus memberikan subsidi sehingga pemerintah bisa menjual listrik yang murah untuk masyarakat, karena memang di seluruh dunia ada subsidi,” pungkas legislator Dapil Jawa Tengah I itu.

Recent Posts

Kuliah Umum di Unsyiah, Prof. Rokhmin: Tanpa SDM Unggul, Indonesia Emas 2045 Hanya Akan jadi Ilusi

MONITOR, Banda Aceh - Anggota DPR RI sekaligus Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Rokhmin…

1 jam yang lalu

Kemenag Luncurkan MOOC PINTAR 2026, Cek Jadwalnya Disini!

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama meluncurkan kalender pelatihan MOOC PINTAR 2026 untuk memperluas jangkauan akses…

2 jam yang lalu

Jadi Pilar Utama Demokrasi, Gus Khozin Sebut Peran Pers Tak Tergantikan AI

MONITOR, Jakarta - Peringatan hari pers nasional (HPN) pada 9 Februari 2026 semakin mengukuhkan institusi…

6 jam yang lalu

Solusi Migas Offshore, DPR Usul Rig Bekas Jadi Terumbu Karang Buatan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong inovasi pengelolaan lingkungan…

16 jam yang lalu

Gus Izzuddin Terpilih Pimpin GP Ansor Lumajang 2026-2030, Usung Visi Kolaboratif dan Mandiri

MONITOR, Lumajang – Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Lumajang resmi menetapkan…

17 jam yang lalu

Wamenhaj Ungkap Perantau Sulsel Hibahkan Tanah Rp30 Miliar untuk Urusan Haji

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan kekagumannya terhadap…

19 jam yang lalu