DPR: Kerjasama Indonesia-Thailand di Bidang Energi Baru Terbarukan Harus Kian Dipererat

39

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Agus Hermanto mengatakan bahwa kerjasama antara Indonesia dengan Thailand terkait di bidang energi baru terbarukan, harus kian dipererat.

Hal itu disampaikan Agus Hermanto dalam kunjungan Muhibanya ke perusahaan Bangchack Corporation Publik Company (BCPG) asal Thailand yang berkerjasama dengan PT. Star Energy asal Indonesia yang telah melakukan kerjasama pada bidang energi di Jawa Barat, Selasa (27/8).

“Kita ketahui bersama Indonesia mempunyai potensi sumber geothermal yang cukup tinggi, yaitu sekitar 28 Giga Watt (GW). Dulu saat pertama kali mengikuti perkembangan geothermal baru sekitar 5 persen yang dimanfaatkan, sekarang sudah 8 persen. Sehingga posisi kita sekarang menjadi yang kedua setelah Amerika Serikat,” kata Agus dalam kunjungan muhibahnya meninjau BCPG Solar Farm di Thailand, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/8).

Masih dikatakan dia, BCPG base core bisnisnya adalah solar cell. Di Thailand BCPG telah memproduksi solar cell di atas lahan seluas 21 hektar dengan ratusan ribu panel. Sehingga memang energi terbarukan sudah tercetak di sini (Thailand). Kemudian di beberapa tempat di Indonesia, perusahaan ini juga mengerjakan geothermal.

“Tentunya yang mereka lakukan ini menjadi dambaan kita semua. Selain itu, perusahaan ini juga ahli di bidang biomas, kan kita banyak memproduksi minyak kelapa sawit, tapi tidak digunakan secara maksimum, dengan tekhnologi mereka bisa dimanfaatkan menjadi energi,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Menurut Agus, solar cell juga merupakan energi terbarukan yang sekarang ini masih dalam tahap pengembangan. DPR RI dan Pemerintah, sambung dia, sudah sangat serius dalam mengembangkan energi baru terbarukan, karena memang ke depan energi fosil harus ditinggalkan.

Ia pun juga mengajak DPR dan Pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa energi terbarukan ini harus diperkuat. Karena energi terbarukan ini kedepan merupakan rantai kemakmuran.

Tidak hanya itu, Agus mengusulkan, agar pemerintah memberikan insentif bagi masyarakat yang menggunakan solar cell seperti di Thailand. Karena itu, memang energi terbarukan ini bisa diperoleh dengan harga yang cukup mahal.

“Karena memang di Indonesia juga biaya listrik masih mahal, untuk itu pemerintah harus memberikan subsidi sehingga pemerintah bisa menjual listrik yang murah untuk masyarakat, karena memang di seluruh dunia ada subsidi,” pungkas legislator Dapil Jawa Tengah I itu.