BERITA

Ketimbang RUU Miras, ETOS Minta Pemerintah-DPR Fokus Penanganan Narkoba

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah berpendapat bahwa alangkah baiknya pemerintah dan DPR RI lebih fokus dalam penyelesaian peredaran Narkoba yang semakin marak di Indonesia saat ini.

Karena itu, terkait rancangan Undang-Undang (RUU) tentang minuman keras (Miras) yang tengah digodok untuk tidak perlu terburu-buru disahkan.

“Narkoba ini sama seperti minuman keras yang sifatnya menjadi kecanduan bagi penggunanya. Bahwasanya, kasus-kasus narkoba masih menjadi PR besar untuk aparat penegak hukum, mulai dari pemakai, pengedar hingga aparat yang memang ada di wilayah penanganan kasus tersebut,” kata Iskandarsyah kepada awak media, di Jakarta, Senin (26/8).

Dari korban hingga bandar narkoba yang telah ditangani saat ini, menunjukan bagaimana darurat narkoba di negeri ini kian mengkhawatirkan.

“Saya sudah banyak investigasi ke beberapa korban penyalahgunaan narkoba, dari pemakai sampai yang dianggap bandar yang saat ini menempati lapas atau rutan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

“Hukuman pun beragam, dari yang hanya hitungan bulan hingga diatas 10 tahun. Karena penegakkan hukum tidak maksimal terhadap mereka anak-anak bangsa yang saat ini sedang dihadapkan perkara ini,” tegas dia.

Di sisi lain, terkait perkara yang namanya Narkoba bukan hanya perkara besar bangsa ini, tapi menjadi bagian rejeki para oknum yang berada dalam penanganan kasus-kasus Narkoba ini.

“Jadi buat saya UU untuk MIRAS yang akan digulirkan kembali mohon bisa ditahan dulu, tuntaskan dulu UU yang menyangkut penyalahgunaan Narkoba. Hukum bukan cuma hanya diberikan kepada pengedar atau pemakai, tapi hukum juga diberikan kepada para aparat penegak hukum yang memang domainnya menangani perkara Narkoba ini,” paparnya.

“Sekali lagi, ini PR besar buat bangsa ini, kasihan Pak Jokowi yang terlihat orangnya baik dan tegas tapi oknum-oknum dibawahnya justru memanfaatkan kebaikan beliau,”ucapnya.

“Harapan saya ya tuntaskan semua, sampai ke aparat-aparatnya yang coba bermain atas setiap kasus Narkoba ini. Tidak perlu teriak-teriak cinta republik ini, tak perlu menyanyikan lagu Indonesia Raya, kalau masih cari keuntungan atas apapun yang merusak generasi ini,” pungkas Iskandar.

Recent Posts

Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasila Gelar Pelatihan Digital Marketing, Perkuat Daya Saing UMKM Desa Tonjong

MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…

6 jam yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…

7 jam yang lalu

Nanik S Deyang Mundur, Ketua DPR Dorong Kepala BGN Baru Bisa Perbaiki Kinerja Lembaga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi mundurnya Nanik S. Deyang dari jabatannya…

8 jam yang lalu

Kemenag Perkuat Perlindungan Anak di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan melalui…

8 jam yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Transformasi Layanan Jasa Marga

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi Kepala…

9 jam yang lalu

HKTI Lumajang dan Disperindag Jatim Perkuat Jalur Ekspor, Tinjau Langsung Rantai Pasok Produk Pertanian di Hong Kong

MONITOR, Hong Kong – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang bersama Dinas Perindustrian dan…

9 jam yang lalu