Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mengecek kesiapan pilot pengembangan lahan rawa di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Selasa (16/10).
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melirik potensi lahan rawa yang luar biasa besar untuk memenuhi kebutuhan pangan yang tengah dihadapkan adanya alih fungsi lahan.
Melansir data Badan Litbang Pertanian, Kementan, Indonesia memiliki potensi lahan rawa untuk kegiatan pertanian sekitar 9,9 juta hektar. Angka tersebut sangat menggiurkan jika dibandingkan dengan total lahan sawah yang digarap petani di seluruh Indonesia sekitar 12,65 juta hektar.
“Jadi, sudah sepatutnya kita mulai mengelola lahan rawa dengan baik dan saat ini Pemerintah serius dalam menata lahan rawa ini,” demikian ujar Kepala Sub Direktorat Padi Irigasi dan Rawa, Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Mulyono di Jakarta, Jumat (23/8/2019).
Ia menjelaskan jika mengelola lahan rawa ini dengan baik, dipastikan ke depan Indonesia memiliki lahan pertanian yang cukup luas sehingga bisa menopang kebutuhan pangan dalam negeri.
“Dengan demikian, kita bisa menggapai cita-cita menjadi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045,” jelasnya.
Terpisah, Purwanto, petani dari Gapoktan Kolam Kiri Dalam I, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan mengaku dirinya dan para petani yang lain yang tergabung dalam Gapoktan sangat merasakan bantuan Pemerintah untuk menata saluran-saluran air yang ada di persawahan. Alhasil, sangatlah membantu petani dalam meningkatkan produktivitas.
“Tahun ini kami mendapatkan alokasi bantuan untuk sawah di kelompok tani kami seluas 300 hektar,” akuinya.
“Kami mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah untuk melakukan normalisasi saluran air tersier, membangun saluran cacing, dan gorong-gorong untuk mengatur air di lahan kami,” imbuhnya.
Purwanto menambahkan Kementan juga memberikan bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, dolomit, herbisida, dan pupuk hayati. Semua bantuan itu adalah saprodi yang sangat dibutuhkan oleh petani untuk bisa meningkatkan produksi atau produkitivitas di lahan rawa.
“Terima kasih Bapak Menteri. Lahan rawa kami bisa manfaatkan,” cetusnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Provinsi Sumatera Selatan, Ilfantria mengatakan panen padi pada lahan rawa di Telang, Sumatra Selatan mencapai 7 sampai 8 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar. Hasil panen tersebut diperoleh melalui pengelolaan yang baik oleh para petani, pengelolaan infrastruktur dan sarana yang memadai, serta penguasaan petani terhadap inovasi teknologi.
“Kami selaku Pemerintah Daerah selalu siap dan mendukung penuh terhadap semua program dan kegiatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. Terlebih lagi dengan adanya program rawa Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani, red) ini,” tuturnya.
“Petani lahan rawa di wilayah kami sangat terbantu, sehingga harapan kami, dapat ikut menyumbang terhadap produksi padi nasional di tahun ini,” tandasnya.
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait…
MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Serangan militer ilegal Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin tertinggi…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk “turun gunung” dan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…