HUMANIORA

Diktis Kemenag Tekankan Penyusunan Borang Akreditasi Harus Berdasarkan Realitas Data

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka percepatan dan akselerasi peningkatan mutu dan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menyelenggarakan rapat koordinasi bersama dengan anggota Presidium Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) PTKI, Selasa, (20/08/19) di Jakarta.

Dalam sambutannya Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad menyambut baik dan mengapresiasi atas kesediaan anggota presidium LPM untuk bersama-sama memikirkan mutu dan akreditasi PTKI kita.

“Anggota presidium merupakan orang-orang pilihan dan saya berharap para anggota presidium menjadi tokoh yang mampu untuk memproyeksikan hal-hal yang belum terjadi kedepan terkait dengan akreditasi”, pinta Adib.

Meminjam teori Peter Senge pakar learning organisation, presidium LPM harus mampu double loop learning, atau bahkan triple loop learning dalam mengantisipasi perubahan tuntutan Perguruan Tinggi dalam hal akreditasi kedepan.

Adib juga meminta kepada presidium untuk membuat grand design program guna peningkatan mutu dan akreditasi PTKI. Dalam penyusunan borang akreditasi Adib menyadari bahwa terjadinya gap yang cukup tinggi antara realita di lapangan dengan isian instrumen.

“Penyusunan borang akreditasi harus berbasis pada realitas data yang sebenarnya, jangan sampai program yang kita rancang hanya untuk memenuhi instrumen borang semata”, pintanya.

“Mari kita ciptakan lingkungan akademik yang baik guna menuju world class university dengan salah satu pintu awalnya adalah akreditasi”, tambah pria kelahiran pekalongan ini dengan penuh semangat.

Pada kesempatan yang sama Hidayatullah selaku ketua presidium terpilih dari UIN Banten menyatakan bahwa presidium siap untuk berkolaborasi dengan direktorat PTKI guna membantu proses akreditasi yang merupakan sebagai salah satu amanah yang kami emban.

“Kami bukanlah yang terbaik namun Insya Allah kami siap bekerja menjadi volunteer untuk membantu PTKI dalam hal peningkatan mutu dan akreditasi,” ujarnya

“Salah satu program presidium yang akan dilaksanakan adalah program PTKI asuh untuk pendampingan terkait dengan penyusunan SPMI, SPME dan Instrumen akreditasi”, jelas Hidayatullah.

Berikut anggota Presidium terpilih periode 2019-2021: Hidayatullah (LPM UIN Banten), Yusuf Nalim (LPM IAIN Pekalongan), Helmi Syaifudin (LPM UIN Malang), Indrawati Selayar (LPM UIN Palembang), Asep (LPM UIN Surabaya), Isriyani Ismail (LPM UIN Makasar), Yasmadi (LPM UIN Padang), Uswatun Hasanah (LPM IAIN Bone) dan Edi kurnanto (LPM IAIN Pontianak). (LIP)

Recent Posts

Dalam Sebulan, Prodi PAI FITK UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

MONITOR, Tangerang Selatan - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan…

3 jam yang lalu

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

16 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

16 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

16 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

18 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

19 jam yang lalu