BALI-NUSA DUA

Bupati Tabanan Berharap BUMDes Bisa Memberikan Nilai Tambah Bagi Petani

MONITOR, Bali – Pemerintah Kabupaten Tabanan tengah menggalakkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama agar dapat memberikan nilai tambah bagi para petani. Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, cara ini ampuh untuk menjaga masyarakat agar tetap bertahan menjadi petani.

“Tabanan adalah lumbung pangannya bali. 75 persen masyarakatnya adalah petani. Jadi petani, jadi nelayan juga. Makanya hal yang harus kami lakukan adalah bagaimana agar masyarakat kami tetap mau jadi petani. Itu PR saya,” ujarnya saat menerima kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertunggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo di Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (22/8).

Ia mengatakan, peningkatan nilai tambah tersebut dilakukan dengan melakukan produksi berbagai jenis olahan hasil pertanian. Misalnya beras merah, tak hanya dijual produk mentahan saja, namun juga dijual dalam bentuk hasil olahan seperti scrub beras merah, teh beras merah, dan sebagainya.

Di samping itu, ia juga berencana akan mensinergikan BUMDes dengan desa-desa wisata. Yang mana saat ini, Kabupaten Tabanan telah memiliki 22 desa wisata, yang tahun depan ditargetkan bertambah menjadi 66 desa wisata.

“Dengan ini masyarakat kami akan sejahtera karena petani. Karena kalau tradisional pertanian saja, akan ketinggalan petani kami,” ujarnya.

Terkait desa wisata, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menyarankan Bupati Tabanan untuk membuat Perda (Peraturan Daerah) yang melarang penggunaan plastik. Menurutnya, desa wisata yang dipenuhi sampah plastik akan sulit untuk berkembang.

“Jangan sampai karena banyak sampah plastik, wisata kita jadi diboikot,” ujarnya.

Ia mengakui, desa-desa di Kabupaten Tabanan memiliki keindahan alam dengan nuansa persawahan yang indah. Ia menyarankan Bupati Tabanan untuk memanfaatkan persawahan tersebut untuk menjadikannya sebagai area sport tourism (wisata olahraga).

“Alamnya Tabanan ini saya lihat banyak disukai pesepeda balap atau mountain bike (pesepeda gunung). Bikin sport tourism, nginapnya bisa di homestay,” ujarnya.

Recent Posts

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

12 jam yang lalu

Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Belum Berizin, Gugun Gumilar Dukung Penegakan Hukum Transparan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo…

14 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Harus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…

22 jam yang lalu

Mazz Reza Pranata: Pemuda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

1 hari yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

2 hari yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu