BERITA

Tangkal Banjir di Ibukota, Dinas SDA Fokus Normalisasi Sungai

MONITOR, Jakarta – Dinas Sumber Daya Air (SDA), Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang serius menangani permasalahan banjir Ibukota. Untuk itu, Dinas SDA kini memprioritaskan program normalisasi sungai untuk menangkal banjir saat musim penghujan tiba.

Kepala Dinas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaeni mengatakan, untuk menunjang program normalisasi sungai, dari total anggaran penanganan banjir di Ibukota, porsi terbesar akan digunakan untuk pembebasan lahan.

Juaeni mengungkapkan, terjadi penambahan anggaran untuk program penanganan banjir khususnya untuk normalisasi sungai sebesar Rp 50 milyar menjadi Rp 850 milyar dari sebelumnya Rp 800 milyar.

“Justru pada APBD-P 2019 tidak ada pemangkasan untuk anggaran penanganan banjir namun terjadi penambahan. Rp 850 milyar untuk sungai, dimana penetapan pertama sebesar Rp 800 milyar. Namun anggaran dibagi dua, untuk sungai Rp 800 dan waduk Rp 350 milyar,” kata Juaeni kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (20/8/).

Terkait pembebasan lahan untuk normalisasi sungai Juaeni menjelaskan, ada total 118 bidang di sepanjang kali Ciliwung.

“118 bidang tersebut ada di empat kelurahan yang akan dibebaskan. Untuk pembebasan lahan tersebut dianggarkan sebesar Rp 150 milyar,” ungkap Juaeni.

Menurut Juaeni, sebelum melakukan pembebasan lahan, pihaknya menginventarisir terlebih dahulu tanah yang sudah memenuhi persyaratan dari segi legalitas.

“Kita inventarisir dulu. Misalnya ada tiga lokasi, lokasi yang pertama belum memenuhi persyaratan maka kita mundurin (ke lokasi lain), tidak berpatokan pada lokasi. Jadi yang dibayar yang sudah memenuhi persyaratan baik surat dan proses administrasinya sudah komplit. Itu kita lakukan untuk mempercepat proses pembebasan lahan tersebut,” ujarnya.

Untuk pembebasan lahan tersebut, kata Juaeni, pihaknya menargetkan akhir bulan Desember 2019 sudah selesai. Setelah itu, program normalisasi sungai akan segera dikerjakan.

“Targetnya sampai Desember akhir tahun sudah selesai masalah pembebasan lahan. Karena kita akan menjadikan sungai bentuknya natural dan lebarnya sesuai dengan sebelumnya,” imbuh dia.

Juaeni menambahkan, pihaknya optimis jika seluruh program penanganan banjir bisa selesai sesuai target yang ditetapkan, serapan anggaran bisa lebih meningkat dibanding sebelumnya.

“Anggarannya sudah ada, masa kita tidak mampu mengoptimalkan anggaran tersebut,” tandasnya.

Recent Posts

Dirut Jasa Marga: Volume Lalu Lintas Tinggalkan Jabotabek H-10 s.d H-2 Libur Idulfitri 1447H Capai 1,6 Juta Kendaraan

Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa volume…

49 menit yang lalu

Ketika Mahasiswa Mudik: Dari Kampus Kembali ke Kampung

Oleh: Sugiyono, M.IP* Mudik selalu menghadirkan dua wajah sekaligus: kerinduan yang tuntas dan kesadaran yang…

1 jam yang lalu

Layanan Gerbang Tol Cikampek Utama Kembali Normal Pasca Penghentian One Way

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan normalisasi layanan operasional di Gerbang Tol…

2 jam yang lalu

Jalan Tol Trans Jawa Kembali Normal di Kedua Arah usai One Way Nasional Distop

Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas one way nasional…

3 jam yang lalu

Lepas Mudik 1.431 Pekerja Panasonic, Menaker: Perusahaan Harus Memanusiakan Pekerja

MONITOR, Jakarta - Bagi banyak pekerja, mudik bukan sekadar perjalanan pulang. Ada rindu yang ditunggu,…

3 jam yang lalu

Jasa Marga Catat Arus Lalu Lintas Tertinggi Sepanjang Sejarah Mudik Lebaran di Indonesia, Capai 270 Ribu Kendaraan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat arus lalu lintas tertinggi sepanjang sejarah…

4 jam yang lalu