Subang Dukung Upaya Kementan Tanam Padi Gogo Sawah di Musim Kemarau

35

MONITOR, Jakarta – Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengurangi dampak (mitigasi) kemarau terhadap produksi pangan 2019 khususnya di provinsi Jawa Barat mendapat dukungan dari pemerintahan Kabupaten Subang. Pasalnya, berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat pada tanggal 5 Agustus 2019 menyatakan sebanyak 20 kabupaten/kota di Jawa Barat terdampak kekeringan, salah satunya Kabupaten Subang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Djaja Rohadamadja menyatakan Subang disebut sebagai salah satu kabupaten yang terdampak musim kemarau. Lahan yang terkena dampak kekeringan tersebut baru seluas 926 hektar dari luas areal tanam 58.447 hektar, namun demikian, dinas pertanian tetap harus mewaspadainya terutama pengamanan pada standing crop.

“Kami mendukung penuh langkah Kementan dalam mensiasati musim kemarau agar tetap tanam, dengan menanam padi gogo sawah. Bantuan sarana produksi sudah digelontorkan Kementan untuk percepatan tanam,” demikian dikatakan Djaja di Subang, Selasa (20/8/2019).

Selain bantuan benih tersebut, Djaja menyebutkan Kementan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan juga menyalurkan bantuan solar untuk mobilisasi pompanisasi, bantuan sarana pengendalian hama, penyakit dan gulma (pestisida). Petani khususnya di Kecamatan Pabuaran dan Kalijati menerima bantuan benih varietas Inpago 8 dan sudah mulai ditanam pada bulan Agustus ini.

“Petani menanam dengan beberapa cara, salah satunya melalui sistem tabela atau pun sebar. Kami berharap petani sudah mulai panen dan merasakan hasilnya pada Bulan November mendatang,” tandasnya.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kementan, Edy Purnawan mengatakan Kementan terus berupaya memitigasi kemarau guna mengejar target produksi pangan 2019 yang telah ditetapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yaitu pertanaman 1 juta hektar pada bulan Agustus ini. Dalam menjamin penyediaan air irigasi, telah bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta II sehingga air irigasi dapat mencapai lokasi-lokasi yang terdampak kekeringan.

“Apa yang kami lakukan tentunya tidak sendirian. Kami gandeng petugas lapangan bersama petani, baik itu penyuluh, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, serta jajaran dinas pertanian kabupaten dan tidak terkecuali TNI ikut ikut serta,” jelasnya.

“Kami optimis luas tambah tanam dapat ditingkatkan sebab saat ini sudah ada delapan Kabupaten di Pantura yang sedang mengalami percepatan tanam padi gogo seluas 56 ribu hektar. Misalnya Kecamatan Pabuaran dan Kalijati di Kabupaten Subang yang telah siap menambah luas tanam padi gogo sebanyak 201 ha,” imbuh Edy.