MEGAPOLITAN

Terungkap, Ini Alasan Anggota Dewan Pilih Kunker Ketimbang Bahas Cawagub DKI

MONITOR, Jakarta – Kalangan wakil rakyat Jakarta ternyata gampang dikumpulkan saat ada acara kerja ke luar kota, ketimbang kumpul untuk membahas kursi wakil gubernur (wagub) yang saat ini masih dibiarkan kosong.

Sebagai bukti, saat acara bimbingan teknik (Bimtek) ke Bali, 5-7 Agustus, hampir semua anggota dan pimpinan DPRD DKI berkumpul di Pulau Dewata. Tapi sebaliknya ketika diajak membahas kursi wagub, para politisi Kebon Sirih ini malah susah ngumpul dan tidak ngantor dengan berbagi alasan kesibukan.

Dampaknya, kursi wagub yang dijanjikan DPRD DKI bisa terisi 22 Juli ternyata sampai saat ini masih kosong.

Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso, tak menampik, kalau acara Bimtek di Bali hampir diikuti seluruh anggota dan pimpinan dewan.

“Kalau ke luar daerah kan, selain kita hadir untuk memenuhi tugas dan kewajiban kita sebagai wakil rakyat, kita juga bisa sekalian lihat-lihat daerah yang kita kunjungi,” ucap Santoso, sepulang dari acara Bimtek di Bali kepada MONITOR.

Namun Ketua DPD Partai Demokrat Jakarta ini mengatakan, dirinya tak paham kenapa anggota dan pimpinan dewan susah kumpul saat diajak rapat untuk membahas soal wagub.

“Kalau saya sendiri sih selalu siap kapan pun bila harus diajak kumpul untuk membahas kursi wagub. Tapi teman-teman yang lain khususnya para pimpinan mamang selalu saja ada alasan berhalangan hadir. Dampaknya sampai saat ini belum jelas kapan pemilihan wagub bakal digelar,” terang Santoso.

Ditempat terpisah, Ketua Fraksi PKB Hasbiallah, membenarkan kalau pemilihan wagub terganjal dengan kesibukan anggota dan pimpinan dewan.

“Kalau menurut saya sih, anggota dewan atau pimpinan dewan terkesan malas-malasan untuk membahas soal wagub karena ada alasan,” ujar Hasbi.

Menurut Hasbi, alasan itu bukan tidak mungkin karena dua nama cawagub yang diusulkan untuk dipilih tidak ada yang berkenan di hati anggota dan pimpinan dewan.

“Saya aja kurang berkenan dengan dua cawagub ini. Karena dari penilaian saya mereka kurang memahami persoalan Jakarta. Jadi itu alasan saya tak pernah tertarik untuk ikut membahas soal wagub,” tandasnya.

Dikatakan Hasbi, sebaiknya PKS dan Gerindra menarik kembali Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai cawagub, lalu menggantinya dengan sosok baru.

“Saya punya keyakinan, proses pemilihan wagub akan berjalan cepat kalau cawagub yang disodorkan memenuhi kriteria untuk dipilih dewan,” pungkasnya.

Recent Posts

100.000 Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Syukur atas Kemerdekaan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu malam, 1…

14 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perluas Peluang Kerja

MONITOR, Yogyakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan…

1 hari yang lalu

AAWC 2026, Prof Rokhmin dorong Kerja Sama Asia-Pasifik Perkuat Ketahanan Air dan Adaptasi Perubahan Iklim

MONITOR, Vientiane, Laos – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

2 hari yang lalu

Tegas, Kemenhaj Ancam Cabut Izin Hingga Pidanakan Travel Nakal Penelantar Jemaah

MONITOR, Medan - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi para…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat upaya pemulihan ekonomi…

2 hari yang lalu

Waka Komisi IX DPR Soal Putusan MK: MBG Harus Terus Berkelanjutan Demi Investasi SDM Unggul RI

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu