Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyoroti penanganan berbagai masalah lingkungan yang belakangan ini terjadi. Misalnya, peristiwa kebakaran lahan dan hutan hingga persoalan listrik mati massal.
Dari sekian masalah, Fahri menilai hal tersebut berkaitan dengan eksekusi yang dilakukan pemerintah. Ia mengatakan, marahnya rakyat saat ini dikarenakan pemerintah lamban dalam menangani berbagai persoalan.
“Terlalu lamban sehingga kecepatan rakyat mengalahkan kecepatan negara. Ini akan terus terjadi hingga negara benar-benar terkepung oleh kecepatan publik yang tumbuh di segala bidang,” ujar Fahri Hamzah, Kamis (8/8).
Menyoal eksekusi, Politikus senior PKS ini menuntut agar Presiden Jokowi di periode kedua nanti lebih sigap dalam menangani persoalan rakyat.
“Selayaknyalah pada periode ke-2, presiden dituntut standar kerja yang lebih tinggi kecepatannya oleh rakyat Indonesia. Sebab kecepatan rakyat tidak bisa dihentikan,” kata Fahri.
Fahri mengungkapkan dirinya cemas dengan upaya Jokowi dalam kepemimpinannya mendatang. Ia pun mengingatkan, agar Jokowi jangan sampai membuat jarak dengan rakyatnya apalagi mengabaikan kepentingan mereka.
“Saya mencemaskan cara presiden memimpin pada periode ke-2 nanti. Jika menganggap bahwa seluruh sistem berjalan dengan sendiri hanya karena menelepon pejabat, ini tindakan yang naif sekali. Sudah terlalu banyak korban yang kita abaikan. Dan presiden seperti dibuat berjarak,” tuturnya.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini kembali menerbitkan Sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman…