PARLEMEN

Polemik Menteri Muda, Politikus Golkar: Bukan Soal Batasan Umur Saja

MONITOR, JAKARTA – Keinginan Presiden Jokowi agar kabinetnya mendatang diisi oleh menteri muda agar cepat dan mampu mengikuti perkembangan zaman terus menuai perhatian publik.

Politikus Golkar Mukhamad Misbakhun misalnya. Menurut dia, pengertian menteri muda yang dimaksud Presiden Jokowi adalah semangat yang dimiliki para menterinya nanti. Bukan, sekedar hanya dilihat dari batasan umur saja.

“Sebenarnya kalau kita ingin menangkap spiritnya wacana tentang kepemudaan ini sebenarnya adalah, kita ingin melihat semangat. Terutama, soal kelincahan Pak Jokowi dalam bekerja, siapa yang bisa menangkap energi besarnya Pak Jokowi ini dan kemudian menterjemahkan, dapat work di tengah-tengah masyarakat,” kata Misbakhun dalam diskusi Dialektika demokrasi ‘Menteri Muda, Rekonsiliasi atau Balas Budi’ di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis, (1/8).

Masih dikatakan dia, dengan ritme kinerja yang selama ini ditunjukan Pak Jokowi bukan menjadi hal yang mudah untuk masuk dalam kabinet pemerintahan lima tahun ke depan.

‘”Menjadi menterinya Pak Jokowi itu bukan hal yang mudah, karena harus bisa mengimbangi irama kerjanya presiden, 24 jam, sewaktu waktu dipanggil presiden, sewaktu-waktu harus ikut presiden kemanapun pergi dan harus tanggap terhadap situasi  yang sedang berkembang dan menjadi orang pertama yang memberikan laporan kepada presiden. Sehingga semangatnya harus selalu muda,” tegas dia.

“Inilah yang menjadi titik point kenapa semangat kemudaan itu , karena Pak Jokowi sendiri menjadi salah satu presiden yang masih muda ketika masuk menjadi presiden, masih 54 tahun, inilah yang menjadi point entry kenapa kita bicara tentang kemudaan itu di dalam kabinet,”paparnya.

Pun demikian, sambung anggota Komisi XI DPR itu, semua tentunya diserahkan kembali ke hak progratif presiden dalam menentukan para pembantunya, apakah nanti nya menteri muda yang dimaksud dari segi batasan umur atau pada semangat dalam bekerja, hanya presiden yang mengetahui kebutuhannya nanti.

“Jadi, soal menteri adalah hak prerogatif presiden, hanya tuhan dan pak Jokowi yang tahu,” pungkasnya.

Recent Posts

Solusi Migas Offshore, DPR Usul Rig Bekas Jadi Terumbu Karang Buatan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong inovasi pengelolaan lingkungan…

2 jam yang lalu

Gus Izzuddin Terpilih Pimpin GP Ansor Lumajang 2026-2030, Usung Visi Kolaboratif dan Mandiri

MONITOR, Lumajang – Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Lumajang resmi menetapkan…

3 jam yang lalu

Wamenhaj Ungkap Perantau Sulsel Hibahkan Tanah Rp30 Miliar untuk Urusan Haji

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan kekagumannya terhadap…

5 jam yang lalu

Prabowo: NU Selalu Jadi Teladan dalam Menjaga Persatuan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan dan…

7 jam yang lalu

Wamenag Romo Syafi’i: Kemerdekaan Palestina Harga Mati bagi Indonesia

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menegaskan sikap pemerintah dalam mendukung kemerdekaan…

8 jam yang lalu

Rakerwil ASPIKOM Jabodetabek, Perkuat Kolaborasi 102 Prodi Komunikasi

MONITOR, Bogor - Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jabodetabek menggelar Rapat Kerja…

12 jam yang lalu