MEGAPOLITAN

Tak Kelar-kelar, Pansus Sebut Ada Intervensi Kemendagri di Pilwagub DKI

MONITOR, Jakarta – Pansus Wagub DKI akhirnya buka-bukaan terkait berlarut-larutnya pemilihan wakil gubernur (Pilwagub) DKI.

Wakil Ketua pansus wagub, Bestari Barus, mengatakan berlarut-larutnya pemilihan wagub oleh DPRD DKI karena ada intervensi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kalau saya harus jujur, ini pemilihan wagub diundur-undur karena dampak adanya intervensi dari Kemendagri,” ujar Bestari kepada MONITOR, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/7)

Disebutkan Bestari, intervensi yang dimaksud adalah, adanya surat edaran Kemendagri no 122.31/3740/Otda, tentang tindak lanjut rancangan keputusan DPRD DKI tentang tata tertib (tatib) DKI masa jabatan 2017-2022.

Dimana di huruf i, dalam surat edaran tersebut menyebutkan, jika terjadi deadlock pengambilan keputusan diserahkan kepada pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi yang dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat, maka sudah final dan bukan kembali ketahap awal dengan meminta parpol untuk mengusulkan ulang calon wagub.

“Isi surat edaran itu yang tidak dikehendaki teman-teman di dewan, sehingga muncul adanya ungkapan Kemendagri terlalu mengintervensi dalam pemilihan wagub ini,” terang Bestari.

Ditegaskan Bestari, seharusnya dalam surat edaran tersebut, Kemendagri tidak perlu memaksakan atau mengarahkan kalau pemilihan wagub bisa selesai dan diputuskan di tingkat rapat pimpinan gabungan (rapimgab) dewan.

“Pada dasarnya temen-teman di dewan khususnya pansus sudah sepakat kalau dua kali paripurna pemilihan tidak ada kesepakan, maka diserahkan ke rapat pimpinan gabungan (rapimgab). Tapi di rapimgab tidak bisa dipaksakan untuk langsung memilih,” tandas Bestari.

Tidak hanya itu, diungkapkan Bestari, masalah tatib sebenarnya sudah selesai dibahas dan disahkan pansus. Namun gara-gara ada surat edaran Kemendagri tersebut, tatib yang sudah disahkan pansus harus dikoreksi lagi hingga akhirnya harus dibawa di rapimgab.

“Sementara para pimpinan dewan dengan kesibukannya masing-masing belum juga membahas soal tatib ini,” jelasnya.

Lantas kapan pemilihan wagub bakal selesai?

“Kalau kapannya, saya sendiri tidak tahu,” jawab Bestari.

Recent Posts

Lompatan Global Fikes UIN Jakarta: Lima Prodi Raih Akreditasi Internasional ASIIN Tanpa Syarat hingga 2030

MONITOR, Ciputat - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menorehkan capaian strategis dalam penguatan…

44 menit yang lalu

Perkuat UMKM Pertanian, Kementerian UMKM Dorong Akses Pasar dan Pembiayaan

MONITOR, Denpasar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor…

50 menit yang lalu

Milad ke-36 Yayasan Pesantren Al Karimiyah: Menguatkan Ukhuwah, Meneguhkan Peran Pendidikan Islam Moderat

MONITOR, Depok - Yayasan Pesantren Al Karimiyah menandai perjalanan lebih dari tiga dekade pengabdian dalam…

59 menit yang lalu

UKB Bandar Lampung jadi Bantalan UMKM hadapi Lonjakan Harga Kemasan di Tengah Tekanan Global

MONITOR, Bandar Lampung - Unit Kemasan Bersama (UKB) Kota Bandar Lampung kian menegaskan perannya sebagai…

2 jam yang lalu

Raih Akreditasi Unggul, Magister Psikologi UIN Jakarta Perkuat Posisi Institusi Berdaya Saing Global

MONITOR, Ciputat - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mencatatkan capaian akademik membanggakan melalui keberhasilan Program…

24 jam yang lalu

Bimtek Pengolahan Sampah Pusat PVTPP Kementan ubah Limbah jadi Cuan

MONITOR, Bogor - Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian…

1 hari yang lalu