Hari Anak Nasional 2019, UQ Berharap Makassar Jadi Kota Inklusi dan Layak Anak

22

MONITOR, Makassar – Sejak tahun 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI No 44 tahun 1984, ditetapkan setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Kegiatan HAN dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, hingga daerah. Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dilaksanakan pada tanggal 23 Juli esok, akan dilaksanakan di Lapangan Karebosi Kota Makassar dengan mengangkat Slogan ‘Kita Anak Indonesia, Kita Gembira.

Bertepatan dengan itu, Bakal calon Walikota Makassar Sukriansyah S Latief (UQ) memaknai HAN sebagai bentuk kepedulian bangsa terhadap perlidungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang dengan optimal dengan mendorong semua lapisan masyarakat, baik itu keluarga, dunia usaha, media massa, pemerintah dan semua pihak dalam memenuhi hak dan melindungi anak anak kita. sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria dan tentu berakhlak mulia.

”Peringatan HAN ini harus kita maknai sebagai bentuk kepedulian kita terhadap anak Indonesia, agar mereka tumbuh secara optimal dengan mendorong semua lapisan masyarakat dalam memenuhi hak dan melindungi anak anak kita, Sehingga menghasilkan genereasi yang sehat, cerdas ceria dan berakhlak Mulia”. Ungkap UQ di Makassar, Senin (22/7/2019).

UQ juga berharap Makassar jadi kota layak anak, menurutnya karena anak adalah harapan bangsa di masa depan, anak harus tumbuh bahagia dan terpenuhi seluruh haknya seperti, kesehatan dasar dan kesejahteraan, Pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya.

“Makassar harus jadi kota layak anak, mereka harus tumbuh bahagia dan terpenuhi segala haknya, tanpa diskriminasi. Seperti Pendidikan yang layak, kesehatan dasar dan kesejahteraan, karena mereka adalah generasi harapan bangsa”. Harap Uq.

Uq menambahkan bahwa Kota Makassar harus tercipta sebagai Kota yang adil dan ramah bagi anak, kebahagiaan dalam bermain tidak hanya bisa dimiliki oleh mereka yang berduit yang bisa membawa anak mereka bermain di mall yang megah, tetapi mereka yang kurang beruntung juga harus terfasilitasi. olehnya itu dirinya bertekad jika menjadi walikota maka ia bertekad untuk menyiapkan taman bermain disetiap kelurahan yang layak sekaligus sebagai ruang terbuka hijau.

”Makassar harus menjadi kota yang adil dan ramah bagi anak, disetiap kelurahan harus tersedia taman bermain yang layak yang juga bisa berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, agar bisa dimanfaatkan bagi meraka yang kurang beruntung bermain di Mall yang megah”. Tambah Jurnalis senior yang juga Komisaris salah satu media besar di Kota Makassar.

Lebih jauh, Uq menjelaskan bahwa saat ini anak Usia Sekolah Dasar harus disiapkan untuk menghadapi 25 tahun akan datang. Olehnya itu, berbagai macam pertimbangan untuk kemajuan anak harus jadi perhatian pemerintah. UQ mencontohkan bahwa Standar Nasional Pendidikan (SNP) kelompok belajar di kelas 28 siswa menurutnya harus diturunkan menjadi 25 siswa, lebih dari itu, dirinya yakin tidak akan tercipta iklim belajar yang baik.

”jika itu tidak disiapkan sejak sekarang, maka saya yakin generasi kedepan akan sulit menghadapi era 25 tahun yang akan datang, sebab 25 tahun akan datang kualitas sumber daya manusia Indonesia akan sulit berhadapan dengan gelombang zaman yang semakin terbuka”. Tegas Uq.