DPRD DKI Minta Anies Lakukan Revitalisasi Bundaran HI

81

MONITOR, Jakarta – Sering dijadikan destinasi wisata bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didorong untuk merevitalisasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Bundaran HI itu bukan hanya punya Jakarta. Tapi itu milik Indonesia. Sering dilewati tamu-tamu negara. Seharusnya, itu segera direvitalisasi. Di sana kan ada patung selamat datang dan air mancur yang sering dinikmati masyarakat. Makanya, di sana ditempatkan instalasi bambu getah getih sebagai karya seni perkotaan,” ujar anggota DPRD DKI Jakarta, Jimmy Alexander Turangan, Senin (22/7).

Dikatakan Jimmy, instalasi bambu getah getih patut diapresiasi. Namun, petugas Dinas Kehutanan DKI Jakarta membongkar instalasi itu dengan dalih untuk keselamatan warga karena bambu mulai lapuk.

Jimmy berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa memasang karya seni yang lebih permanen untuk jangka panjang ke depannya.

“Banyak kalangan menilai anggaran Rp 550 juta, untuk membuat Getah Getih mahal. Tapi bagi saya itu wajar bagi sebuah karya seni. Kita lihat Bali, untuk suatu acara menyambut Nyepi itu anggaran yang dikeluarkan sebuah karya seni nilainya cukup besar dan itu habis hanya dalam waktu semalam saja,” terangnya.

Dengan, dibongkarnya getah Getih tersebut, pihaknya meminta Pemprov DKI untuk segera merevitalisasi kawasan bundaran HI secepatnya.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Susi Marsitawati mengakui, pihaknya telah membongkar instalasi bambu getah getih.

Menurutnya, bambu itu telah rapuh karena faktor cuaca sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.

“Iya dilakukan pembongkaran, karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca, sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh khawatir rubuh,” katanya.

Untuk sementara waktu, pihaknya akan menanam border semak untuk menutupi lahan bekas instalasi bambu itu. Rencananya, kata Susi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun instalasi lain di atas taman median jalan MH Thamrin itu.