PERTANIAN

Packing House Bali Siap Dukung Ekspor Buah Naga

MONITOR, Buleleng – Persaingan dagang saat ini sangat ditentukan oleh potensi dan keunggulan produk yang dihasilkan. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara penghasil produk hortikultura terbaik dunia. Penerapan sistem jaminan mutu dari hulu ke hilir ( on farm hingga off farm ) diharapkan dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional. Salah satu persyaratan negara pengimpor di antaranya packing house yang telah teregistrasi karena dianggap telah memenuhi aspek minimal yang dipersyaratkan dalam Good Agricultural Practices (GAP).

Salah satu buah yang dikembangkan di Indonesia adalah buah naga. Buah ini termasuk tanaman tropis dan sangat mudah beradaptasi pada lingkungan dan perubahan cuaca seperti sinar matahari, angin dan curah hujan.

Buah naga diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu buah naga daging putih ( Hylocereus undatus ), buah naga daging merah ( Hylocereus polyrhizus ), buah naga daging super merah ( Hylocereus costaricensis ) dan buah naga kulit kuning daging putih ( Selenicerius megalanthus ).

“Sebagai salah satu sentra buah naga, saat ini kebun buah yang sudah teregistrasi ada 11 hektare terletak di Kabupaten Buleleng,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, I Wayan Sunarta.

Dirinya menyatakan, dalam rangka mendukung akselerasi ekspor buah tropis, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali secara intensif telah melakukan pendampingan teknis dalam penyusunan dokumen untuk pemenuhan persyaratan registrasi kebun bersama-sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten. Selain itu, lanjutnya, pemilik packing house yang berlokasi di Provinsi Bali berkomitmen membantu petani untuk meregister kebun buah naga tersebut dalam penyiapan dokumennya.

“Saat ini terdapat tiga packing house yang mengajukan penambahan ruang lingkup buah naga dan satu packing house yang mengajukan registrasi dengan khusus ruang lingkup buah naga. Ada yang berlokasi di Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan dan Benoa,” paparnya.

Salah satu pemilik packing house asal Benoa, Yosef Triono menyampaikan bahwa perusahaannya siap mendukung ekspor buah naga ke China.

“Tidak hanya itu, kami juga memiliki packing house yang berlokasi di Benoa khusus untuk pengemasan buah naga dan salak. Packing house yang berlokasi di Benoa memiliki kapasitas 60 nozzle untuk penyemprotan dengan metode air blasting. Adapun kapasitas packing house yang berlokasi di Denpasar untuk ekspor Manggis memiliki 120 nozzle,” ujar Yosef.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik sangat mengapresiasi komitmen dari semua stakeholder dalam penerapan sistem jaminan mutu. Diharapkan ke depannya buah naga Indonesia mampu bersaing di pasar ekspor dan domestik karena telah memenuhi standar yang berlaku.

“Salah satu yang menjadi tantangan dalam mempersiapkan pasar ekspor buah naga adalah banyaknya kebun yang teregistrasi yang sudah tidak berlaku atau belum dilakukan perpanjangan lagi, sehingga perlu dilakukan registrasi ulang. Kabupaten sentra melalui petugas pembina diharapkan dapat melakukan pendampingan kepada petani dan mengajukan registrasi kebun kepada provinsi setelah siap untuk diregistrasi,” paparnya.

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

7 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

7 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

13 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

2 hari yang lalu