BERITA

Lakukan Uji Sahih, DPD RI Dorong Kedaulatan dan Kesejahteraan Wilayah Perbatasan

MONITOR, Jakarta – DPD RI mengambil momentum untuk menguatkan kebijakan pembangunan kawasan perbatasan memalui inisiatif pengusulan Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Wilayah Negara.

Ketua Komite I DPD RI Benny Rhamdani mengatakan bahwa meskipun dalam pandangan UU  Nomor 43 Tahun 2008 sudah memberikan penegasan teritori, namun secara nyata belum memberikan perhatian dalam aspek kesejahteraan masyarakat.

“Kita bersyukur bahwa pemerintah sekarang memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan Indonesia Timur dan wilayah-wilayah perbatasan, baik laut maupun darat,”kata Benny dalam sambutannya terkait uji sahih RUU Wilayah Negara di  hotel Swiss-Belhotel Maleosan, Manado, Selasa (16/7).

“Dan Ini harus kita sambut dengan memberikan payung hukum dalam bentuk undang-undang lebih kuat nantinya” tambahnya.

Dikatakan dia, luasnya wilayah Indonesia dan strategisnya posisi Indonesia mendatangkan disisi lain sebagai berkah sekaligus menjadi ancaman.

Pada sisi ancaman yang kerap dan masih menjadi pekerjaan besar kita, terutama pemerintah dalam menjaga teritori wilayah perbatasan dari maraknya aktivitas penyelundupan, perompakan, kejahatan trans-nasional, penangkapan ikan ilegal, terorisme, narkoba dan lainnya.

Oleh karena itu, Benny menegaskan, menjadi kewajiban para penyelenggara negara untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan amanah pembukaan UUD NRI 1945, ungkap anggota DPD dari Provinsi Sulawesi Utara tersebut. 

Sementara itu, dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) yang disampaikan Asistensi I Pemprov Sulut, Drs. Edison Humiang MSi menyampaikan bahwa membangun wilayah perbatasan harus menggunakan pendekatan di luar konteks normal.

Maksudnya tidak dalam hitungan untung rugi dan investasi namun diletakkan dalam kerangka kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan. Di Sulut sendiri ada dua Kabupaten yang bertetangga langsung dengan Filipina, yakni Miangas dan Marore. 

“Kebijakan program, kegiatan dan rencana pembangunan wilayah negara, khususnya perbatasan, harus mampu meng-cover setiap aspek kebutuhan daerah perbatasan sesuai dengan karakteristik daerah otonom itu sendiri,” ucapnya.

Hadir sebagai narasumber dalam forum uji sahih RUU Wilayah Negara Dr. Basilio Arraujo, ketua Tim Ahli RUU Wilayah Negara, pembicara dari Kepala BPP Sulawesi Utara, Dr. Jemmy Gagola, M.Si, ME, dari Kemendari, Drs. Alvius Dailami, M.Si, dan 2 pakar masing-masing Dr. Flora Pricilia Kalalo, SH, MH, pakar hukum laut Universitas Sam Ratulangi dan Irfan Basri, S.IP, pemerhati wilayah perbatasan.

Recent Posts

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Anak, Pengurus DKM di Ciputat Dilaporkan ke Polisi

MONITOR, Tangerang Selatan - Seorang oknum pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di daerah Pisangan, Ciputat,…

17 menit yang lalu

Dikritik Prabowo, Fahri Hamzah Dorong Arah Kebijakan Perumahan Kembali ke Ekonomi Kerakyatan

MONITOR, Jakarta– Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mendorong evaluasi menyeluruh terhadap…

2 jam yang lalu

55 ribu Kendaraan Melintas Pada Jalur Fungsional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Situbondo

MONITOR, Jakarta - Dalam rangka mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Hari Raya Idulfitri…

4 jam yang lalu

Pertamina Patra Niaga Hadirkan SPBU Modular di Jalur Mudik Rawan Kemacetan

MONITOR, Jakarta – Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Downstream PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kesiapan layanan…

5 jam yang lalu

Kemenperin Sosialisasikan Permenperin 2/2026 untuk Perkuat Tata Kelola Lingkungan di Kawasan Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk memperkuat daya saing industri melalui penguatan tata…

6 jam yang lalu

Terjadi Insiden di KM 40 A Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Petugas Lakukan Aksi Cepat Evakuasi

MONITOR, Cikampek — Telah terjadi insiden di KM 40+200 A arah Cikampek Ruas Jalan Tol…

6 jam yang lalu