Pemprov DKI Beri Makan Pencari Suaka Dua Kali Sehari

16
Para pencari suaka mendirikan tenda-tenda pengungsian di pinggiran jalan ibukota

MONITOR, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantu suplai makan siap saji sebanyak dua kali untuk pencari suaka asal Afganistan, Sudan dan Somalia. Saat ini, mereka ditempatkan di tenda-tenda pengungsian di lapangan bekas eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat.

“Ya dikasih (makan) dong, masak engga dikasih. Karena kan kemanusiaan, harus dikasih makan layaknya manusia. Sehari dua kali makan, paling tidak siang dan malam,” ujar Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, di Jakarta, Jum’at (12/7).

Menurutnya, petugas Dinas Sosial dikerahkan untuk membuat dapur umum bagi para pencari suaka politik itu. Sedikitnya, ada 2200 porsi makanan setiap harinya sesuai dengan jumlah pengungsi yang mencapai 1100 orang.

“Karena bertambah terus orangnya. Semalam, sudah dikroscek sama UNHCR itu 998 orang. Tapi kemudian bertambah terus hingga 1100an orang. Mereka datang pakai kendaraan sendiri, jam 10 jam 11 datang sendiri,” katanya.

Diakuinya, penyediaan makanan itu akan disiapkan untuk sepekan kemudian. Setelah itu, pihaknya menunggu perkembangan pembahasan penanganan pengungsi oleh pemerintah pusat bersama UNHCR. Diakuinya, Dinas Sosial DKI Jakarta tidak menyiapkan anggaran untuk penanganan pengungsi sebanyak itu.

“Yang standar sudah kita siapkan. Air, makan. Pada prinsipnya, Pemprov sufah memberikan support yang ada disana. Itu kan tidak hanya sekedar makanan. Air kita siapkan juga kan. Maksudnya dari PDAM juga membantu, kaitannya dengan penyediaan airnya. Di wilayah dari wali kota, camat dan lurah pun membantu disana. Dari Lingkungan Hidup saya minta kemarin dapat dukungan untuk 5 portable toilet,” tegasnya.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, awalnya para pengungsi hanya akan ditempatkan di tenda yang didirikan di halaman Gedung Eks Kodim. Namun setelah didata, jumlahnya meningkat hingga ratusan. Pemprov DKI mengambil langkah untuk memanfaatkan gedung utama Eks Kodim.

“Jumlahnya melonjak, akhirnya kami memanfaatkan gedungnya. Jadi nanti, pengungsi bukan saja tinggal dalam tenda, tapi juga ada yang tinggal di dalam gedungnya,” ungkapnya.

Selain itu, terkait kebutuhan pangan dan logistik, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial telah mendirikan sepuluh tenda pengungsian. “Untuk kebutuhan pangannya, nanti selama seminggu ini Dinsos DKI akan menyiapkan makanan siap saji yang diberikan tiga kali sehari,” terang Saefullah.

Ia juga menekankan, apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta berdasarkan azas kemanusiaan, sembari menunggu keputusan yang diambil oleh Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHCR) dan Pemerintah Pusat.