BERITA

Diwarnai Pemecatan, Pengamat Ingatkan Munas Golkar Tak Dinodai Praktik Anti Demokrasi

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Survei ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah mengingatkan agar para elit Partai Golkar untuk tidak menodai musyawarah nasional (Munas) dengan tindakan yang jauh dari nilai-nilai demokrasi.

Hal itu menanggapi ikhwal adanya upaya sekelompok pihak internal partai beringin yang mencoba mengarah pada proses pemilihan ketua umum Golkar secara aklamasi, dengan melakukan sejumlah pemecatan.

“Menurut saya ini merupakan satu proses demokrasi yang tidak baik, ini adalah bentuk diskriminasi pimpinan dan sangat jauh dari cita-cita Partai Golkar pasca reformasi,” kata Iskandar melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Jumat (12/7).

Ia menerangkan, pasca reformasi Golkar di bawah dipimpin Bang Akbar Tanjung sebagai ketua umum sempat mengatakan jika Golkar adalah partai reformis, dan itu harus diakui dari semua pemilihan Ketum Golkar dihasilkan dari satu mekanisme pemilhan melalui Munas yang berlangsung secara demokratis.

“Cuma hal ini (yang disampaikan Bamsoet,red) bahwa proses pemilihan Ketum harus lewat Munas agar lebih demokratis bagi semua kader-kader Partai Golkar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Iskandar berpandangan, ketua umum yang terpilih atas hasil Munas yang dilakukan secara demokratis, merupakan penghormatan tertinggi pada semangat dan cita-cita partai.

“Saya menanggapi sebagai eksternal Partai Golkat bahwa terpilihnya Ketum dari hasil Munas itu sangat menjunjung tinggi AD/ART partai, sangat menjunjung tinggi proses demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia, dan juga sejalan dengan apa yang digalakan Pak Presiden Jokowi selama ini,” pungkasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, mantan Ketua Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Aziz Samual mengatakan sebanyak 10 Ketua DPD tingkat II Partai Golkar yang ada di Maluku dinonaktifkan dari jabatannya atas arahan dari DPP Partai Golkar.

Ia menyebut penonaktifkan itu terkait dengan dukungan mereka terhadap pencalonan Bamsoet.

Sepuluh Ketua DPD tingkat II yang dinonaktifkan itu diantaranya Ketua DPD Kota Ambon, Kabupaten Tual, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Selain itu, eks Ketua DPD Golkar Kota Cirebon, Jawa Barat, Toto Sunanto mengaku dicopot dari jabatannya juga karena mendukung Bamsoet. Ia pun mengancam berhenti sebagai kader Golkar dan menarik gerbongnya.

Recent Posts

Ditjen Pendis Terbitkan SE Pembelajaran Ramadan 2026 Bagi Pesantren

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama, Suyitno menerbitkan Surat Edaran…

3 jam yang lalu

KKP Jamin Mutu Ikan Aman dan Layak Konsumsi Selama Ramadhan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan mutu untuk memastikan kualitas produk…

4 jam yang lalu

Wamenag: Kompak Kunci Percepatan Rehabilitasi Bencana Tegal

MONITOR, Jakarta - Solidaritas lintas lembaga pemerintah menjadi kunci percepatan pemulihan pasca bencana longsor dan…

7 jam yang lalu

IKM Furnitur Jogja Tembus Pasar Eropa

MONITOR, Jakarta - Industri furnitur merupakan salah satu sektor hilir dan padat karya yang memiliki…

14 jam yang lalu

Pesan Imlek Menag: Semoga Membawa Damai dan Sejahtera

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili…

17 jam yang lalu

Arahan Prabowo dari Hambalang; Diplomasi Ekonomi Harus Untungkan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri terkait bidang ekonomi ke kediaman pribadinya…

19 jam yang lalu