BERITA

Divonis 2 Tahun, Ini Reaksi Ratna Sarumpaet

MONITOR, Jakarta – Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet mengaku tidak menerima dengan keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang memvonisnya 2 tahun penjara.

Ia beralasan, pasal yang dikenakan dirinya tidak tepat dijadikan sebagai pertimbangan majelis hakim.

“Poin saya adalah dikatakan Pasal yang menurut saya enggak melanggar. Tidak ada keonaran, tapi dibilang ada keonaran,” ucap Ratna usai menjalani sidang vonisnya, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Ia menilai, alasan yang dikemukakan majelis hakim menggambarkan kalau Indonesia masih jauh dari konsep negara hukum ideal.

“Kalau ada alasan lain mungkin saya lebih bisa menerima,” ujarnya.

Menurut Ratna, definisi keonaran tidak bisa dikaitkan dengan perbuatan yang dilakukannya. Bahkan, Ratna menilai jika persidangan kasus hukumnya berbau politis.

“Saya rasa memang seperti yang saya katakan di awal persidangan ini, bahwa ini politik, jadi saya sabar saja,” pungkas dia.

Seperti diketahui, majelis hakim menilai Ratna terbukti bersalah membuat berita bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keonaran. Ratna dianggap melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman enam tahun penjara. Atas vonis ini, kubu Ratna maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Ratna dan jaksa punya waktu tujuh hari untuk menentukan sikap banding atau tidak.

Recent Posts

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

3 jam yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

19 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

19 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

1 hari yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

3 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

3 hari yang lalu