PERTANIAN

Kepala BKP Kementan Mengapresiasi TTIC Jawa Barat Lakukan Gelar Cabai Murah

MONITOR, Jakarta – Menyikapi naiknya harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah di beberapa daerah, kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) yang ada di provinsi melakukan intervensi dengan menjual Cabai merah keriting dan cabai rawit merah murah.

“Jika disuatu daerah terjadi lonjakan harga cabai, kami minta Kepala Dinas Ketahanan Pangan melakukan Gelar Cabai Murah melalui TTIC. Intervensi ini perlu dilakukan agar harga segera turun dan normal kembali,” ujar Agung dikantornya, Senin (8/7).

Agung pun mengapresiasi TTIC Jawa Barat yang pada hari ini melalukan gelar cabai merah.

“Apa yang dilakukan TTIC ini sudah bagus dan kami apresiasi. Kami minta, daerah lain juga bisa melakukannya, agar harga cabai bisa stabil kembali,” ujarnya.

Menurut Agung, TTIC bisa menjual cabai lebih murah dibanding dipasaran, karena bekerjasama dengan gabungan kelompoktani. “TTIC ini kan bekerjasama dengan gapoktan, sehingga harganya lebih murah, karena distribusinya lebih pendek,” tambah Agung.

Menurut Risfaheri, Kepala Distribusi dan Cadangan Pangan BKP yang juga penanggung jawab TTIC, beberapa daerah seperti Jambi, Sulawesi Utara, Bali, Banten segera akan menggelar cabai murah.

“Harga cabai merah di beberapa pasar tradisional Kabupaten Bandung dalam seminggu ini mengalami kenaikan cukup tajam. Untuk menekan harga cabai di pasaran, kami melakukan gelar cabai murah melalui TTIC,” ujar Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jawa Barat Rusyandi
di TTIC Jawa Barat komplek ruko Padasuka, (8/7/2019).

Menurut Rusyandi, TTIC yang berdiri sejak 2018 selain sebagai distribution center, juga memiliki peran strategis dalam melakukan gelar pangan murah ketika terjadi gejolak harga pangan.

Dari informasi yang dihimpun, harga cabai merah terus meningkat pascalebaran Idulfitri, hingga awal Juli. Bahkan saat ini, cabai merah keriting di Bandung menyentuh harga Rp 90 ribu/kilogram, sebelumnya masih di kisaran Rp 50 ribu- Rp 60/ kilogram.

Ditambahkan Rusyandi, pihaknya merencanakan menggelar Cabai murah hingga seminggu kedepan untuk mengintervensi pasar, agar harga dapat normal kembali.

Dalam sepekan kebelakang, harga Cabai di pasar-pasar kota Bandung mengalami rata-rata kenaikan 5-10% setiap harinya. Berdasarkan pantauan, di Pasar Kiaracondong harga Cabai Merah Keriting per 7 Juli Rp. 80.000/Kg.

“Tentu ini memberatkan masyarakat yang pada umumnya mengkonsumsi cabai untuk keperluan sehari-harinya,” ujar Rusyandi.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri mengatakan, gelar Cabai murah di TTIC Jabar ini, memang sudah menjadi kewajiban TTIC provinsi melakukan aksi manakala terjadi fluktuasi harga pangan.

Kerjasama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menggelar cabai ini tidak terlepas adanya peranan Kelompok Petani Cabai yang tersebar di Jawa Barat, khususnya yang menjadi binaan pemerintah, agar berperan aktif bersama-sama menstabilkan harga Cabai.

Cabai merah digelontorkan dalam gelar cabai murah ini sebanyak 500 kilogram yang dibanderol dengan harga Rp 35 ribu per kilogram.

“Cabainya kami pisah-pisah dalam bungkusan per kilogram. Satu kilogramnya kami jual Rp 35 ribu, targetnya konsumen, bukan para pedagang,” tuturnya.

Titin (50), salah seorang pedagang makanan mengaku sangat terbantu adanya gelar cabai murah.

“Selama ini, kami kesulitan untuk membuat bumbu dagangannya, karena harga cabai mahal, sehingga saya harus kurangi cabai merah dalam sambal yang saya buat. Tapi kan pedasnya jadi kurang. Makanya ada gelar cabai murah ini sangat membantu,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Ali (48), “saya berharap OP ini dapat berlangsung lebih lama lagi sampai harga cabai benar-benar turun di tingkat pedagang pasar,” ujarnya.

“Peranan TTIC sangat penting bagi kami, terutama pada saat kondisi harga pangan di pasar sedang tinggi seperti saat ini,” ujar Ali.

Recent Posts

Satgas Kahurtla TNI Gelar Sholat Istisqo dan Sosialisasi di Melawi

MONITOR, Melawi - Satgas Karhutla TNI wilayah Melawi menggelar Sholat Istisqo sekaligus sosialisasi penanggulangan kebakaran…

9 jam yang lalu

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka

MONITOR, Jakarta — Sebanyak 81.171 lowongan kerja masih aktif dan dapat dilamar melalui Karirhub Kementerian…

14 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Laundry melalui Pemetaan Usaha

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman mendorong pengusaha dan…

23 jam yang lalu

Kemenag Rp80,2 Miliar untuk Pulihkan Sarpras 902 Pesantren di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan bantuan Rp80,215 miliar untuk pemulihan sarana dan prasarana pascabencana…

23 jam yang lalu

Kemenhaj Kawal 282 Jemaah Umrah PT AAT, Keberangkatan Dijadwalkan Bertahap Mulai 15 September

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memperkuat pengawasan dan pelindungan terhadap…

24 jam yang lalu

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja untuk memahami hak dan kewajiban serta mencermati isi…

1 hari yang lalu