MEGAPOLITAN

Habib Salim Jindan Minta Polisi Tembak Pembuat Onar Halal Bihalal di MK

MONITOR, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian diminta bertindak tegas dalam pengamanan sidang gugatan Pilpres yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK). Jika ada kelompok atau pihak tertentu yang berbuat onar sebaiknya ditembak di tempat saja, biar kapok.

Hal itu diserukan Forum Silaturahmi Dai Muda Jakarta (FSDMJ) sehubungan dengan adanya undangan agenda halal bihalal dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus menyikapi hasil sengketa Pilpres di depan gedung MK pada tanggal 26 dan 27 Juni.

“Seluruh elemen masyarakat tidak usah memenuhi undangan tersebut,” ujar penasihat FSDMJ Habib Salim Jindan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/6).

Menurutnya undangan halal bihalal di depan gedung MK menjelang putusan sidang gugatan Pilpres hanya merupakan kamuflase politik.

“Tujuannya hanya untuk memperkeruh suasana. Dan seandainya putusan MK tidak memuaskan, maka masyarakat yang hadir di lokasi akan dijadukan umpan untuk memancing pertikaian,” kata Salim didampingi sejumlah pengurus forum antara lain Ustadz Muslim, Ustadz Fikri, Ustadz Dani, dan Ustadz Achmat Sugiyono.

Menurutnya kegiatan berkedok halal bihalal akan cenderung rusuh.

“Lihat contoh sebelumnya, insiden 22 Mei lalu yang sebelumnya dikemas dalam Aksi Super Damai namun nyatanya rusuh juga. Untuk itu kami minta kepada Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal Pol Tito untuk memperketat keamanan. Jika ada yan g rusuh, kami minta supaya ditembak di tempat,” tegasnya.

FSDMJ pun menyatakan sikap yang dibacakan Ustadz Likal Zikri yang intinya sebagai berikut.

“Pertama, FSDMJ menolak undangan yang mengatasnamakan kegiatan halal bihalal di depan gedung MK. Kedua, undangan halal bihalal yang kemudian diganti dengan Tahlil Akbar menjadi keprihatinan kita semua karena rawan ditunggangi,” ujarnya.

“Ketiga, kami menilai kegiatan tersebut sebagai kamuflase politik. Keempat, FSDMJ menolak segala bentuk tindakan anarkhis. Dan Kelima, FSDMJ mendukung apapun putusan MK soal sengketa Pilpres 2019,” sambungnya lagi.

Recent Posts

Mazz Reza Pranata: Pemimpin Muda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Pemimpin muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

14 jam yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

17 jam yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

2 hari yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

2 hari yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

2 hari yang lalu