PERTANIAN

Produk Olahan Cabai Tingkatkan Daya Saing Produksi

MONITOR, Semarang – Cabai merupakan salah satu produk hortikultura rentan rusak sehingga tidak tahan lama disimpan dalam bentuk segar. Selain itu membutuhkan perawatan intensif selama proses produksi. Harganya pun sangat bergantung pada musim panen. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya pengolahan hasil sebagai salah satu upaya memberikan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan.

Peran pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut salah satunya dengan memberikan fasilitasi alat pengolahan cabai termasuk memberikan bimbingan teknis. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat tumbuh dan berkembangnya pengolahan cabai, mulai dari skala kecil hingga besar, didukung kontinuitas bahan baku dan pemasaran yang baik.

Untuk mendukung kemajuan usaha pengolahan cabai di sentra kawasan produksi hortikultura, maka Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan Bimbingan Teknis Pengolahan Cabai kepada kelompok petani penerima bantuan sarana pengolahan TA 2019.

Dengan adanya fasilitasi bantuan ini maka kelompok tani tersebut dapat memanfaatkan fasilitasi bantuan sarana pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah, meningkatkan daya saing produk dan mengendalikan fluktuasi harga pada saat produksi melimpah.

Bimbingan teknis ini dilaksanakan di Kabupaten Semarang yang dihadiri oleh 42 peserta berasal dari 11 Provinsi di wilayah barat Indonesia. Narasumber yang dihadirkan antara lain Novian Damayanti dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Semarang dan Felicia Wenny dari produsen sambal.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Suryo Banendro berharap para peserta dapat memetik hasil pertemuan ini guna meningkatkan daya saing.

“Dengan adanya bimbingan teknis pengolahan cabai ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing sehingga dapat meningkatkan ekonomi. Selain itu dengan adanya bimtek pengolahan cabai ini diharapkan dapat mengatasi masalah over produksi pada cabai,” ujar Suryo.

Senada dengan Suryo, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik berharap bantuan fasilitasi sarana pengolahan yang diberikan mampu meningkatkan target dan tujuan para petani untuk meningkatkan nilai tambah dan daya sebagai solusi panen raya.

“Selain itu para penerima bantuan juga dapat kreatif dan inovatif sehingga bentuk olahan baik mutu, jenis dan kemasannya dapat bersaing dengan produk lain,” jelas Yasid.

Materi bimtek meliputi pemaparan tentang keamanan pngan pada pengolahan cabai dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Jawa Tengah oleh Novian Damayanti.

“Perlu diperhatikan pentingnya keamanan pangan pada produk olahan berikut syarat dalam mengedarkan makanan olahan yang aman untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Novian.

Para peserta juga dibimbing dalam membuat aneka macam olahan cabai seperti sambal bajak, manisan cabai serta abon cabai. Di samping itu juga sekaligus mengenalkan beraneka jenis alat olahan yang digunakan, cara pembuatan sampai mengemasannya.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi termasuk menambah relasi dan sisi pemasarannya. Salah satu peserta, Roliyah dari KWT Sumber Rejeki, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, merasa senang dapat mengikuti bimtek cabai karena menambah pengetahuan dan pengalaman bagaimana mengolah cabai yang bermutu,

“Kegiatan ini membuka wawasan dan saling bertukar informasi antara pelaku pengolahan cabai baik dari peralatan pengolahan, pemasaran sampai inovasi olahannya,” ujarnya senang.

Recent Posts

Komnas Haji Pertanyakan Urgensi Perluasan Kewenangan OJK Awasi Dana Haji

MONITOR, Ciputat – Komnas Haji mempertanyakan dasar hukum, urgensi, serta landasan filosofis dan sosiologis dari…

11 menit yang lalu

Outlook Ketenagakerjaan 2026 Petakan Tantangan dan Proyeksikan Jutaan Peluang Kerja

MONITOR, Jakarta — Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan)…

49 menit yang lalu

Komisi III DPR Desak Pelaku Penyekapan Perempuan Segera Ditangkap dan Dijerat Pasal Berlapis

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses…

2 jam yang lalu

66 Persen Jemaah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari…

2 jam yang lalu

Bedah Buku di Munas-Konbes NU 2026, Gus Hery Tegaskan Kesiapan Mengabdi untuk Masa Depan PBNU

MONITOR, Kediri – Forum bedah buku dalam rangka pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar…

16 jam yang lalu

Sambangi UID, Senator Jihan Fahira Ajak Mahasiswa Kawal Demokrasi Substantif dan Etika Berbangsa

MONITOR, Depok – Anggota DPD RI, Jihan Fahira, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif mengawal kehidupan…

19 jam yang lalu