Kemendes PDTT

Kemendes Terus Sosialisasikan Pentingnya Menjaga Perdamaian

MONITOR, Malaka – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) secara terus menerus mensosialisasikan pentingnya menjaga kerukunan dan perdamaian untuk menjaga kehidupan Kebhinekaan Indonesia.

Salah satunya dilakukan melalui internalisasi kurikulum bina damai bagi lembaga pendidikan dalam rangka pencegahan dini terjadinya konflik atau gesekan yang digelar pada Rabu (19/6) lalu di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik dari Ditjen PDTu Kemendes PDTT, Hasrul Edyar mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan masyarakat baik yang bergerak di bidang pendidikan formal maupun non formal mampu menginternalisasikan nilai-nilai dan sensitivitas damai secara lebih luas.

“Mereka, kami bekali melalui panduan dan modul Bina Damai yang sudah kami susun bersama dengan Kementerian terkait,” kata Hasrul.

Hasrul menyampaikan bahwa nilai-nilai dan sensitivitas damai bagi setiap individu khususnya aparatur pemerintah dapat melekat secara penuh dan juga sebagai kompetensi dasar untuk menunjang pelaksanaan kerja dan pemberian pelayanan serta perumusan kebijakan-kebijakan pembangunan pada masa yang akan datang.

Hasrus menjelaskan bahwa sebagian besar konflik sosial yang terjadi tentunya memunculkan korban sosial. Dengan sebaran jumlah desa sebanyak 74.957 desa di seluruh Indonesia, ekses terjadinya konflik merupakan bagian yang juga ditanggung oleh desa karena desa adalah komunitas masyarakat terkecil yang mempunyai sistem aparatur pemerintahan.

Lebih lanjut, Hasrul menuturkan bahwa desa telah menjadi variabel yang ikut dilibatkan sebagai subyek dalam terciptanya perdamaian di dunia, yang berarti secara langsung, desa ikut berperan meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika sosial yang ada, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

“Hal tersebut memberi harapan yang cukup besar dalam perubahan paradigma penanganan konflik yang ada” tutup Hasrul.

Pada kesempatan yang sama, Siprianus Nahak, Kepala Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur menganggap kegiatan ini menjadi upaya-upaya tindakan preventif untuk mencegah konflik yg terjadi di masyarakat khususnya di desa maupun di tingkatan yang lebih tinggi.

“Semoga program ini berkesinambungan agar bisa masyarakat menyadari bahwa konflik adalah suatu hal yang harus kita lawan kedepan”, ungkap Siprianus

Recent Posts

Jasa Marga Sukses Melayani 5,8 Juta Kendaraan Lewati Jalan Tol Jasa Marga Group Periode Libur Nataru 2025/2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan PT Jasa Marga (Persero)…

41 menit yang lalu

Rekor! 10.747 Santri Ikuti Imtihan Wathani Pendidikan Diniyah Formal 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional…

59 menit yang lalu

Kemenhaj Tetapkan Formula Baru Petugas Haji Khusus 2026, Lebih Akuntabel

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan pembagian petugas Haji Khusus berdasarkan ketentuan…

2 jam yang lalu

Kemenag Buka Seleksi Madrasah Unggulan 2026, Daftar Online Sekarang!

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama membuka pendaftaran seleksi nasional murid baru pada madrasah unggulan untuk…

5 jam yang lalu

Menteri Agus Tetapkan 15 Program Aksi Kemenimipas 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memberikan penguatan awal tahun 2026…

11 jam yang lalu

KKP Raih ISO 9001:2015, Perkuat Mutu Ekspor Perikanan di 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di awal tahun 2026 meraih sertifikat ISO…

14 jam yang lalu