Ditanya soal Netralitas Aparat, Saksi 01 Gugup Jelaskan Statemen Ganjar

5302
Koordinator bidang Pelatihan Direktorat Bidang Saksi, Anas Nasihin yang menjadi saksi pihak terkait

MONITOR, Jakarta – Koordinator bidang Pelatihan Direktorat Bidang Saksi, Anas Nasihin, yang menjadi saksi pihak terkait tampak gugup diberondong pertanyaan dari tim kuasa hukum 02 pada sidang keempat kasus sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 hari ini, Jumat (21/6).

Saat ditanya oleh tim pengacara 02, Lutfi Yazid, pria yang merupakan Tenaga Ahli DPR Fraksi PKB itu tak mampu menjelaskan pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam momen kegiatan Training of Trainers yang topiknya bertajuk ‘kecurangan adalah bagian dari demokrasi’.

“Apakah Ganjar Pranowo mengatakan kalau aparat netral, apa gunanya? pernyataan seperti itu ada atau tidak?” ujar Hakim I Dewa Gede Palguna membantu tim pengacara 02 meminta konfirmasi jawaban kepada Anas.

Sayangnya, Anas Nasihin tampak ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut. “kurang tahu,” kata Anas.

“Pernyataan persisnya, lupa..,” tambahnya sedikit gugup.

Anas menjelaskan, Ganjar dalam kapasitasnya sebagai senior di acara tersebut hanya memberikan motivasi kepada para saksi agar all out dalam mengantisipasi isu-isu yang saat itu berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, Ganjar berpesan agar saksi yang ditempatkan di TPS nantinya bisa mengantisipasi adanya kecurangan Pemilu yang terjadi.

“Yang saya inget, pesan kepada aparat saksi, sebagai aparat pemenangan ya harus all out, mulai mencermati dari isu-isu yang berkembang, menjadi penyampai pesan yang selanjutnya upaya untuk mengantisipasi kecurangan sebelum Pemilu, hari H Pemilu dan sesudah Pemilu, ini kan menjadi tugas saksi,” terangnya.