POLITIK

Susah-susah Gampang wujudkan ‘Kabinet Rekonsiliasi’

MONITOR, Jakarta – Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menilai meski wacana ‘Kabinet Rekonsiliasi’ menjadi jalan untuk merangkul lawan politik dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Namun, hal itu dipandang masih akan sangat sulit untuk dilakukan.


“Saya tidak yakin jika kabinet rekonsiliasi akan terbentuk. Sebab, bisa saja Gerindra tidak mau,”kata Ujang kepada MONITOR, Minggu (15/6).
“Dan bisa juga, partai-partai koalisi Jokowi yang enggan. Karena jatah kursinya akan diambil oleh partai oposisi yang bergabung,” tambah dia.


Lebih lanjut, ketika ditanyakan bagaimana jalan tengah agar suhu politik nasional kembali stabil dan jalannya pemerintahan kedepan akan dapat berjalan baik?. Ia mengungkapkan, alangkah baiknya jika Partai Gerindra tetap menjalankan perannya sebagai partai oposisi dengan asumsi apabila Mahkamah Konstitusi (MK) memperkuat hasil perhitungan KPU RI.


“Yang bagus adalah Gerindra dan PKS menjadi oposisi. Agar ada checks and balances atas jalannya pemerintahan. Karena dalam sistem presidensial seperti saat ini, perlu juga oposisi yang kuat. Agar ada yang mengingatkan pemerintah ketika pemerintah salah jalan,” ujarnya.

Sebab sambung dia, kekuasaan itu cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut akan korup secara absolut juga, sehingga perlu adanya penyeimbang dengan berada di luar pemerintahan.

“Kata Lord Acton, power tends to cortupt. But absolut power, corrupt absolutly. Kekuasaan itu cenderung korup,” pungkas dia.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

3 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

3 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

16 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

18 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

19 jam yang lalu