POLITIK

Sebutan ‘Flamboyan’ Jokowi ke Ani Yudhoyono bikin AHY dan Keluarga Menangis

MONITOR, Jakarta – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Isteri Anisa Pohan dan Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Isteri menggelar silaturahmi dalam rangka Idul Fitri 1440 H ke Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (5/6/2019).

Kedatangan AHY bersama keluarga diterima Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan putra bungsu mereka Kaesang Pangarep. Mereka bertujuh tampak akrab di meja oval Istana Merdeka sambil bercakap ringan.

Saat memberikan keterangan pers kepada media, AHY menyampaikan ucapan bunga “flamboyan” yang disematkan Presiden Joko Widodo untuk Ibu Negara Republik Indonesia periode 2004-2014 Ani Yudhoyono sangat menyentuh hati.

“Tentu pidato beliau juga yang sangat mengharukan, menyentuh hati kami bahkan menggunakan istilah ‘flamboyan telah pergi tetapi akan selalu di hati’, kami meneteskan air mata,” kata AHY dikutip dari antara.

“Karena memang dari dulu Pak SBY memanggil dengan sebutan flamboyan bagi Bu Ani, itu sejak beliau taruna di Akedemi Militer, jadi ibu Ani itu dibuatkan puisi dengan judul Flamboyan, dan kemarin kembali diangkat dalam proses pemakaman, sehingga menghadirkan kembali banyak sekali memori kenangan bahwa memang Ibunda Ani itu seorang yang teguh kuat, inspiratif, dan insyaAllah selalu menyayangi keluarga serta masyarakat Indonesia dimanapun berada,” tambah AHY.

Sebagaimana diketahui, saat menjadi i inspektur upacara pemakaman mendiang Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Minggu (2/6), Presiden Joko Widodo mengakhiri pidatonya dengan ucapan “Flamboyan telah pergi, namun tetap akan hidup di hati rakyat Indonesia yang mencintainya”.

Kata ‘flamboyan’ yang disitir Jokowi dalam akhir pidatonya diambil dari sebuah puisi yang dikarang oleh SBY untuk Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono kala masih muda. Flamboyan yang dimaksud adalah Ibu Ani muda yang saat itu sekitar tahun 1973-an tinggal di Jalan Flamboyan.

Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6) pukul 11:50 waktu Singapura. Sejak Februari lalu, Ani Yudhoyono menjalani perawatan medis di National University Hospital (NUH) berjuang melawan kanker darah. (ANT)

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

10 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

10 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

16 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

3 hari yang lalu