Sebutan ‘Flamboyan’ Jokowi ke Ani Yudhoyono bikin AHY dan Keluarga Menangis

54533

MONITOR, Jakarta – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Isteri Anisa Pohan dan Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Isteri menggelar silaturahmi dalam rangka Idul Fitri 1440 H ke Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (5/6/2019).

Kedatangan AHY bersama keluarga diterima Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan putra bungsu mereka Kaesang Pangarep. Mereka bertujuh tampak akrab di meja oval Istana Merdeka sambil bercakap ringan.

Saat memberikan keterangan pers kepada media, AHY menyampaikan ucapan bunga “flamboyan” yang disematkan Presiden Joko Widodo untuk Ibu Negara Republik Indonesia periode 2004-2014 Ani Yudhoyono sangat menyentuh hati.

“Tentu pidato beliau juga yang sangat mengharukan, menyentuh hati kami bahkan menggunakan istilah ‘flamboyan telah pergi tetapi akan selalu di hati’, kami meneteskan air mata,” kata AHY dikutip dari antara.

“Karena memang dari dulu Pak SBY memanggil dengan sebutan flamboyan bagi Bu Ani, itu sejak beliau taruna di Akedemi Militer, jadi ibu Ani itu dibuatkan puisi dengan judul Flamboyan, dan kemarin kembali diangkat dalam proses pemakaman, sehingga menghadirkan kembali banyak sekali memori kenangan bahwa memang Ibunda Ani itu seorang yang teguh kuat, inspiratif, dan insyaAllah selalu menyayangi keluarga serta masyarakat Indonesia dimanapun berada,” tambah AHY.

Sebagaimana diketahui, saat menjadi i inspektur upacara pemakaman mendiang Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Minggu (2/6), Presiden Joko Widodo mengakhiri pidatonya dengan ucapan “Flamboyan telah pergi, namun tetap akan hidup di hati rakyat Indonesia yang mencintainya”.

Kata ‘flamboyan’ yang disitir Jokowi dalam akhir pidatonya diambil dari sebuah puisi yang dikarang oleh SBY untuk Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono kala masih muda. Flamboyan yang dimaksud adalah Ibu Ani muda yang saat itu sekitar tahun 1973-an tinggal di Jalan Flamboyan.

Ani Yudhoyono meninggal dunia pada Sabtu (1/6) pukul 11:50 waktu Singapura. Sejak Februari lalu, Ani Yudhoyono menjalani perawatan medis di National University Hospital (NUH) berjuang melawan kanker darah. (ANT)