MONITOR, Jakarta – Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa aksi pelaku bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah terpapar paham ISIS.
Hal itu diduga dari aksi pelaku yang memilih bulan suci ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan amaliah.
“Kelompok-kelompok tersebut yang melakukan amaliahnya di Bulan Suci Ramadhan, ada kepercayaan di kelompok tersebut bulan suci Ramadhan ini bulan amaliahnya mereka,” kata Dedi, di Kawasan Jakarta Selatan, Selasa (4/6).
Dikatakan dia, kelompok teroris itu memiliki kepercayaan akan mati syahid jika beraksi di bulan Ramadhan.
“Mereka percaya ketika mereka melakukan kegiatan aksi terorisme maupun suicide bomber yang akibatkan pelaku ini meninggal dunia, itu meninggal dalam keadaan syahid,” sebut dia.
Selain itu, sambung dia, menjadikan polisi sebagai sasaran penyerangan karena mengungkap aksi-aksi terorisme di Indonesia. Polri sudah sejak 19 tahun lalu menindak jaringan teror di Tanah Air.
“Kenapa aparat kepolisian, karena aparat polisi kurun waktu dari 19 tahun melakukan penegakan hukum kepada kelompok-kelompok jaringan daripada terorisme yang ada di Indonesia,” pungkas jenderal bintang satu itu.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia…
PARLEMENTARIA, Jakarta - Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan terus memperkuat sinergi dalam program…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat sinergi dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dalam upaya…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Srikandi Jasa Marga menggelar kegiatan Inspira…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih tiga penghargaan pada ajang TOP CSR…
Oleh: Asep Rizal Murtadho* Partisipasi politik dalam proses elektoral mengandalkan keterlibatan seluruh komponen, termasuk masyarakat…