DAERAH

Potensi Jamur Merang di kabupaten Karawang

MONITOR, Karawang – Karawang merupakan kabupaten di Jawa Barat yang mempunyai potensi pengembangan hortikultura berupa kembang kol dan jamur merang. Keberadaan produsen jamur merang terdapat di Kecamatan Jatisari, Banyusari, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, Lemahabang, Telagasari, Tirtajaya dan Rawamerta.

“Kabupaten Karawang mempunyai kurang lebih 26 kelompok tani binaan yang memproduksi jamur merang. Terbesar di delapan kecamatan di Kabupaten Karawang,” ujar Kepala Seksi Sayuran dan Biofarmaka, Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Wahyu.

Kecamatan Cilamaya Wetan tercatat terdapat lima kelompok tani jamur merang. Salah satunya Khatim, produsen benih jamur merang yang masih eksis hingga kini. Produsen benih jamur merang yang masih bertahan dengan bendera Kelompok Tani Karya Tani Mandiri ini mempunyai potensi produksi benih 1.800 baglog per bulan.

“Benih jamur merang terlebih dahulu diperbanyak melalui media agar (PDA). Setelah miselium tumbuh, dipindahkan di media biji jagung, ditumbuhkan selama 10 hari setelah tanam (F1), kemudian diperbanyak lagi menggunakan media merang log kecil (F2),” jelas Khatim.

Lebih lanjut Khatim memaparkan, inkubasi dilakukan selama 15 hari setelah tanam. Setelah miselium tumbuh kemudian dipindahkan ke dalam kumbung yang terdapat media kapas dan merang dengan ketebalan media ± 20 cm.

Kebutuhan benih untuk setiap kumbung yakni 60 baglog kecil. Jamur Merang siap dipanen pada usia 9-15 hari setelah tanam. Terdapat 2 varietas jamur yang di usahakan, yakni Jamur Merang Putih dan Jamur Merang Hitam. Hasil panen yakni 100 – 250 kg per bulan.

“Kelompok Tani Karya Mandiri ini, Alhamdulillah sudah diberikan tanda sertifikasi kompetensi produsen dari BPSB Jawa Barat dan menjadi salah satu binaan dari Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dan juga LIPI. Pemasaran hasil panen jamur merang, hingga Jakarta, Bandung, dan Tangerang”, ungkap Khatim.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman menuturkan jika potensi pengembangan jamur masih luas untuk dikembangkan lebih lanjut di Indonesia.

“Jamur sebagai salah satu komoditas hortikultura masih punya potensi besar untuk dikembangkan sehingga nantinya menjadi komoditas ungulan daerah dan dapat memberdayakan petani serta sumber daya alam yang ada disekitar. Contohnya Kabupaten Sleman Yogyakarta dengan keunggulan jamur tiramnya dan Kabupaten Karawang dengan jamur merangnya,” jelas Sukarman.

Recent Posts

Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus membuktikan resiliensi dan kepemimpinannya di industri jalan tol nasional dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional…

9 jam yang lalu

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

1 hari yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

2 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

2 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

3 hari yang lalu