POLITIK

Dukung ‘zaken’ kabinet, Kombatan rekomendasikan Jokowi pilih nama-nama ini

MONITOR, Jakarta – Joko Widodo (Jokowi) hampir dipastikan akan kembali menjadi presiden RI untuk periode kedua masa bakti 2019-2024 bersama KH. Ma’ruf Amin sebagai wakil presidennya. Hal tersebut mengacu pada pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5/2019) dini hari silam.

Proses rekapitulasi nasional KPU untuk Pilpres dinyatakan selesai dengan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin meraih total 85.036.828 suara atau 55,50 persen dan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno meraih total 68.442.493 suara atau 44,50 persen dari jumlah suara sah sebesar 154.257.601 auara.

Meski proses penetapan pemenang pilpres 2019 harus menunggu keputusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan yang diajukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, namun sejumlah nama kini justru mulai santer disebut sebagai figur yang layak membantu Jokowi-Ma’ruf Amin pada pemerintahan mendatang ditengah tuntutan Jokowi mewujudkan kabinet yang jajaran menterinya berasal dari kalangan ahli dan bukan representasi dari suatu partai politik tertentu atau yang disebut dengan istilah zaken kabinet.

Kabinet Jokowi di periode kedua memang harus mengedepankan pada aspek keahlian dan profesionalitas serta mampu bekerja cepat mengimbangi ritme kerja Jokowi menjawab tantangan kedepan ditengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi serta ketidakstabilan ekonomi dan politik global.

Atas dasar hal tersebut, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) KOMBATAN (Komunitas Banteng Asli Nusantara) sebagai relawan pemenangan Jokowi memberikan rekomendasi kepada Jokowi terkait figur-figur yang dianggap mampu menjawab tantangan diatas.  

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) KOMBATAN (Komunitas Banteng Asli Nusantara), Budi Mulyawan mengatakan pihaknya sangat mendukung pemerintahan baru Jokowi memprioritaskan Kabinet Zaken dengan memilih figur-figur ahli atau professional baik dari partai atau non partai.

Menurut Budi, pemerintahan Jokowi periode kedua merupakan momentum yang akan menentukan tidak hanya arah Indonesia menuju 2045.

“Zaken kabinet bukan gagasan menyingkirkan peran parpol dalam pemerintahan. Belajar dari pengalaman, wakil parpol dalam kabinet kurang menampakkan kinerja sebagai pejabat profesional, berintegritas, apalagi negarawan,” kata Budi Mulyawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jum’at (31/5/2019).

“Jadi tidak dibatasi oleh parpol dan nonparpol, tapi untuk semua orang. Parpol yang memiliki kader sesuai dengan kompetensi, background pendidikan, dan pengalaman dia maka dapat diperhitungkan menjadi calon menteri,” tegas Budi.

Berikut hasil kajian Kombatan terhadap 11 nama profesional calon kandidat yang dinilai layak dipertimbangkan masuk Kabinet “Zaken”-nya Jokowi-Ma’ruf periode 2019-2024 :

1. Archandra (Wakil Menteri ESDM, pemilik desain offshore di Amerika Serikat, negosiator keberhasilan Presiden Jokowi menjadikan Blok Masela dikuasai Indonesia dari genggaman asing).

2. Eros Djarot (Budayawan, musisi dan sutradara terbaik Fesival Film Indonesia (FFI) ‘1988 lewat film “Cut Nya Dien”, politikus pendiri Litbang PDIP Perjuangan, dan partai berbasis ideologi nasionalis)

3. Henry Saragih (Tokoh petani yang sangat berpengaruh di dunia – Kompas; 2012, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia, inisiator dan organisator gerakan Pembaharuan Agraria dan Petani Indonesia di tingkat Nasional sejak tahun 1992)

4. Ade Supandi (Mantan Kasal –dilantik Presiden Jokowi pada 31 Desember 2014–, berprestasi 15 bintang penghargaan diantara SL. Kesetiaan VIII, XVI, XXIV, dan SL Wira Karya).

5. Juliari Batubara (Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia selama 8 tahun, Ketua Pemberdayaan Masyarakat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia selama 2 tahun, Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan).

6. Hariadi B Sukamdani (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia 2018-2023).

7. Daeng M Faqih (Dokter asli Madura yang kini menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ahli hukum kedokteran dan malpaktek di Indonesia).

8. Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Pakar Ekonomi Maritim, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Kabinet Gotong Royong)

9. Achmad Zaky (Pendiri bisnis e-commerce bukalapak.com, penerima bea siswa Oregon State University dari pemerintah Amerika Serikat, duta ITB di ajang Harvard National Model United Nations 2009)

10. Erick Thohir (Pendiri Mahaka Group bidang bisnis entertain dan media diantaraya Republika, Gen FM Radio, Jaktv; penah mengakuisisi klub bola Inter Milan, owner DC United sebuah kub bola di AS dan klub bola basket NBA Philadelohia 76ears, Ketua Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin).

11. Najwa Shihab (Jurnalis TV terpopular dan penerima Indonesia Choice Award untuk TV Program of the Year).

Recent Posts

Kemenperin Percepat Industri 4.0, Dua Perusahaan Dapat Pendampingan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…

7 jam yang lalu

Harga Obat Terancam Naik Buntut Pelemahan Rupiah, DPR Dorong Kemandirian Farmasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…

9 jam yang lalu

Kemnaker: JKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong para pekerja untuk memahami dan memanfaatkan Program Jaminan…

9 jam yang lalu

85.290 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Ajak Jaga Semangat Kepedulian Pasca-Haji

MONITOR, Makkah – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-55. Hingga hari…

12 jam yang lalu

Rapim Kemenag DKI Jakarta, Kabiro SDM Sebut Kepemimpinan Level 5

MONITOR, Jakarta— Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Muhammad Zain menegaskan pentingnya lompatan kinerja…

1 hari yang lalu

Bebas OPTK, 188,7 Ton Cengkih Asal Natuna Berlayar ke Semarang

MONITOR, Batam - Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk…

1 hari yang lalu