Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengusulkan agar dewan melalui rapat paripuna untuk mendesak pemerintah membentuk tim gabungan pencari fakta independen terkait kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang sampai saat ini masih terkatung-katung alias tidak ada penyelesaiannya.
Hal itu disampaikan Sodik saat melakukan interupsinya dalam rapat paripurna DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (28/5).
“Banyak kasus-kasi hak asasi manusia, an banyak kasus- kasus perlakuan kekerasan aparat keamanan terhadap rakyat yang sampai sekarang terkatung-katung,” kata Sodik.
Ia pun menghimbau agar semua pihak melakukan upaya baru dalam rangka menyelesaikan semua kasus pelanggaran ham masa lalu, agar tidak terus menjadi beban dikemudian hari.
“Marilah kita sekarang melakukan sebuah upaya baru, tim gabungan pencari fakta agar tidak lagi utang masa lalu. Sehingga, kasus Munir, kasus Novel Baswedan, kasus Trisakti, yang sering menjadi beban, terutama bagi orang-orang yang dituduh, karena tidak tuntas,” papar politikus Gerindra tersebut.
“Sebab, kesemua kasus itu adalah peristiwa bencana nasional yang harus kita sikapi. terima kasih pimpinan,” tutupnya.
MONITOR, Bogor – Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Pamuji Lestari, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong PT PLN (Persero) untuk memitigasi dampak…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komis IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti informasi mengenai 4.000…
MONITOR, Ciputat – Komnas Haji mempertanyakan dasar hukum, urgensi, serta landasan filosofis dan sosiologis dari…
MONITOR, Jakarta — Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan)…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses…