Anak Jadi Korban Kerusuhan 22 Mei, KPAI: Kita Akan Segera Kordinasi dengan Polri

12
Komisioner KPAI mengadakan konferensi pers

MONITOR, Jakarta – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawatty menyayangkan peristiwa kerusuhan yang terjadi di malam 22 Mei, di depan kantor Bawaslu hingga menimbulkan korban kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Hal itu menanggapi jatuhnya korban meninggal dunia sebanyak 3 orang anak dan korban luka yang sedang dalam penanganan pihak rumah sakit Tarakan sebanyak 2 orang.

“KPAI terus melakukan pemantauan di rumah sakit lain yang sedang merawat anak korban kerusuhan tersebut, dan menindaklanjuti juga masukan dari laporan masyarakat termasuk laporan teman-teman media,” kata Hikmawatty dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/5).

KPAI, ujar dia, mendesak Polri untuk melakukan pengusutan secara tuntas terhadap 3 korban anak yang meninggal termasuk yang sedang dirawat di Rumah Sakit.

Pihaknya pun, sambung Hikmawatty akan terus melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui penyebab tindakan kekerasan terhadap anak sehingga terjadi kematian.

“Kami juga membuka posko pengaduan terkait kekerasan kerusuhan 22 Mei, terutama karena masih ada dugaan anak-anak yang hilang dan belum ditemukan oleh keluarga,” ucap dia.

Masih dikatakannya, juga meminta kementerian sosial dan kementerian oemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bersama pemerintah daerah Jakarta melakukan pendampingan psikologis kepada anak- anak yang berada disekitar kerusuhan.

“Sebab, kerusuhan 22 Mei berada dititik lokasi yang sebagian berada disekitar pemukiman penduduk dimana banyak anak-anak yang menyaksikan dan merasakan situasi yang mencekam pada hari tersebut,”sarannya.

“Sehingga hal ini perlu dilakukan agar anak-anak tidak merasakan ketakutan serta bisa menjalankan aktifitas sosialnya anak secara baik,”pungkas dia.