HUMANIORA

Mengurai Langkah Moderasi Islam

MONITOR, Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) melakukan penyusunan “Buku Putih” moderasi Islam pada Pendidikan Islam sebagai jabaran atas buku putih Moderasi Beragama Kementerian Agama memperjelas apa yang akan dilakukan di sektor pendidikan Islam.

Penulisan ini sudah dimulai sejak lima pekan lalu. Sekretariat (Bagian Keuangan) memfasilitasi pertemuan para penulis dengan Tim Pokja pada tanggal 21-22 Mei 2019 di Hotel Aston Simatupang Jakarta.

“Ada dua tema menarik yang harus dituntaskan pada buku tersebut. Pertama, pembahasan tentang pokok-pokok agama. Kedua, tentang implementasi moderasi Islam di jenjang pendidikan formal mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi,” kata Ketua Pokja Moderasi Islam, Aceng Abdul Aziz mengawali pembukaan diskusi pembahasan lanjutan buku Moderasi Islam.

Dua tema tersebut perlu diperdalam dan fokus serta menyentuh pokok masalah. “Tema ini penting. Karena mengkaji sejauhmana persoalan-persoalan yang bisa ditolelir dan mana yang tidak. Dengan demikian, kurikulum pendidikan nanti akan merujuk pada konsep-konsep dasar tersebut,” terang Aceng lebih lanjut.

Sementara itu ditempat yang sama Sekretaris Pokja Implementasi Moderasi Islam, Anis Masykhur mengatakan bahwa treatment diseminasi moderasi Islam antar jenjang pasti berbeda-beda. “Pada teori umumnya, orang makin berilmu makin luas cara pikirnya. Makin dalam ilmu agamanya, makin bijak sikap beragamanya. Persoalannya, bagaimana dengan siswa PAI? Sebab, alokasi jam yang disediakan saja hanya 2 sampai 4 jam tatap muka (JTM),” jelas Anis yang juga dosen IAIN Samarinda tersebut.

Sebagaimana diketahui, untuk siswa pada sekolah mapel agama diajarkan hanya dengan alokasi jam 2 sampai 4 JTM per minggu, sangat sulit menjadikan mereka memiliki wawasan keagamaan yang memadai. “Mengatasi keadaan seperti ini membutuhkan strategi yang jitu,” ujarnya berargumen.

Penulisan buku putih pendidikan Islam ini melibatkan akademisi PTKI, penulis buku keagamaan pada beberapa penerbit di Jakarta, dan aktivis LSM keagamaan.

Perlu diketahui bahwa kinerja Pokja Moderasi Islam sejak ditetapkan pada bulan Maret 2018 telah berhasil mengkoordinasikan pelaksanaan program-program diseminasi moderasi Islam baik dengan menyelenggarakan kegiatan khusus atau mendorong melalui insersi dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan para guru, pengawas, maupun pejabat daerah.

Progres penulisan ini akan dipresentasikan pada minggu ketiga juni mendatang dengan melibatkan stakeholder yang lebih luas.

Recent Posts

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Lakukan Pembayaran Dam melalui Jalur Resmi Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…

14 jam yang lalu

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

1 hari yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

2 hari yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

2 hari yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

3 hari yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

3 hari yang lalu