Situasi terkendali, Jokowi minta masyarakat tenang

21

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara menyikapi situasi nasional khususnya terkait aksi demonstrasi menyikapi hasil pemilu yang berlangsung pada 21-22 Mei 2019 dan sempat berjalan ricuh serta memakan korban jiwa sebanyak 6 orang.

Didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri serta pejabat yakni Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Presiden Jokowi menegaskan bahwa situasi dan kondisi keamanan masih terkendali sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Situasi masih terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir, dan saya mengajak, mari kita merajut kembali persatuan kita, merajut kembali persaudaraan, kerukunan kita. Karena Indonesia adalah rumah kita bersama,” katanya saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Jokowi menegakkan sebagai kepala negara, ia merasa memiliki kewajiban besar untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan tetap terkendali.

“Pemilu adalah satu ‘event’ dari perjalanan negara Indonesia yang masih panjang. Dan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan saya mempunyai kewajiban untuk menjaga stabilitas politk dan stabilitas keamanan,” tuturnya.

“Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita, akan merusak Negara Kesatuan republik Indonesia. Tidak ada pilihan, nggak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegas Jokowi.