Syaikhu Lolos ke Senayan, Peluang M Taufik Rebut Kursi Wagub Kembali Terbuka

5420

MONITOR, Jakarta – Peluang Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta M Taufik untuk merebut kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kembali terbuka. Pasalnya berdasarkan rekapitulasi hasil Pemilu 2019 untuk Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ahmad Syaikhu yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) PKS dari darah pemilihan (dapil) Jawa Barat (Jabar) VII dipastikan lolos mengambil kursi DPR.

Menanggapi hal ini, anggota pansus Wagub DKI yang juga duduk sebagai panitia seleksi cawagub, Syarif, mengatakan jika nantinya pansus wagub akan menanyakan langsung perihal terpilihnya Syaikhu menjadi anggota DPR RI tersebut.

“Sudah pasti, nanti pansus akan bertanya kepada Syaikhu, mana yang akan dipilih, kursi Wagub atau memilih kursi di DPR RI,” ungkap Syarif kepada MONITOR.

Menurut Syarif, Syaikhu harus memilih satu diantara jabatan tersebut.

“Saya rasa Syaikhu harus memilih ya. Syaikhu sendiri pernah bilang kalau dirinya maju jadi cawagub DKI atas perintah partai. Sementara Syaikhu terpilih untuk duduk jadi Wakil Rakyat atas pilihan rakyat. Yang jadi pertanyaan saya bagaimana caranya Syaikhu melepas jabatan yang sudah diamanahkan oleh rakyat kepada dirinya,” ujar Syarif.

Dikatakan Syarif yang duduk sebagai Sekertarias Komisi A DPRD DKI ini, kalau akhirnya nanti Syaikhu memilih apa yang sudah diamanahkan rakyat untuk duduk di DPR RI, maka cawagub DKI tinggal satu yakni Agung Yulianto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPW PKS Jakarta.

Sementara aturannya, sambung Syarif, harus ada dua nama cawagub yang diusulkan oleh partai pengusung yakni Gerindra dan PKS untuk dipilih oleh DPRD DKI.

“Jadi memang harus ada dua nama cawagub yang diusulkan, kalau Syaikhu mundur maka partai pengusung harus mengajukan satu nama lagi sebagai pengganti,” terangnya.

Lantas bagaimana dengan peluang M Taufik?

Dijawab Syarif, dengan mundurnya Syaikhu, peluang M Taufik untuk menjadi cawagub kembali terbuka.

“Tapi semuanya kan kembali kepada keputusan atau kesepakatan partai pengusung. DPRD tugasnya hanya memilih dua nama yang diusulkan oleh partai pengusung,” tandasnya.

Sementara itu terpisah, Ketua DPW PKS Jakarta Syakir Purnomo saat dimintai konfirmasi belum bisa memberikan keterangan terkait terpilihnya Ahmad Syaikhu sebagai wakil rakyat dan statusnya sebagai cawagub DKI.

Seperti diketahui, sampai saat ini para wakil rakyat Jakarta belum juga memilih satu dari dua nama cawagub yang sudah disodorkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan hasil rekomendasi partai pengusung yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Para politisi kebon sirih ini ternyata baru membentuk pansus wagub untuk membuat mekanisme pemilihan Wagub.

Sementara disisi lain, berdasarkan hasil rekapitulasi suara pemilu KPU menyatakan Ahmad Syaikhu berhasil memperoleh suara signifikan untuk meraih satu kursi di DPR RI dari Dapil Jabar VII.

Berikut beberapa nama Caleg yang lolos menuju senayan dari dapil Jabar mereka adalah Fadli Zon (Gerindra) 230.524, Dedi Mulyadi (Golkar) 206.621 dan M Husein Fadullah (Gerindra) 181.435. Lalu, Rieke Diah Pitaloka alias Oneng (PDI-P) 169.729, Dede Yusuf (Demokrat) 165.128, Mahfudz Abdurahman (PKS) 161.509, Ahmad Syaikhu (PKS) 147.573. Rachel Maryam (Gerindra) 145.636, Sukur H Nababan (PDI P) 143.895 dan Obon Tabroni (Gerindra) 134.880.