Pertemuan AHY Dipersoalkan, Demokrat: Mereka Tidak Bagi-bagi Kekuasaan

5279

MONITOR, Jakarta – Pertemuan sejumlah gubernur dan wali kota di Bogor pada Rabu (15/5) lalu yang diprakarsai oleh Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi sorotan publik. Pasalnya, petinggi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Yenny Wahid, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga turut hadir.

Kehadiran AHY langsung menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Putra sulung SBY itu dinilai tidak memiliki kapasitas untuk bertemu dengan para kepala daerah. Selain itu, beberapa kalangan menduga AHY mulai merapatkan barisan ke koalisi Jokowi.

Merespon tudingan yang berkembang, Kadiv hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa pertemuan yang terjalin antara AHY dengan para kepala daerah adalah pertemuan lintas tokoh pemimpin muda yang memiliki visi yang sama.

Ferdinand, dalam cuitan Twitternya, menegaskan bahwa pertemuan itu tujuannya untuk membangun Indonesia dalam kedamaian.

“Pertemuan ini adalah pertemuan lintas tokoh pemimpin muda, lintas partai dan lintas kepentingan, tapi mereka menyatukan tujuan yaitu membangin Indonesia dalam damai,” terang Ferdinand Hutahaean, Jumat (17/5).

Ia pun menampik kabar, bahwa jika pertemuan itu sedang membahas pembagian jabatan antara koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab menurutnya, itu adalah murni silaturrahim.

“Tidak ada yang salah, mereka tidak sedang bicara bagi-bagi kekuasaan, tapi bicara tentang Indonesia. Silaturahmi kebaikan,” tegasnya.

Diketahui, pada pertemuan tersebut antara lain dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Bayuwangi Azwar Anas, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk tidak hadir.