INDUSTRI

Gandeng IKM Komponen Otomotif, Kemenperin Terapkan Teknologi 4.0

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian mengajak pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen otomotif untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi digital dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien. Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif sebagai salah satu sektor yang akan menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0.

Untuk itu, kami menyelenggarakan program pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten serta pemanfaatan teknologi terkini bagi pelaku IKM komponen otomotif. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing mereka baik di kancah domestik maupun global, kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih saat Workshop Implementasi Industri 4.0 pada IKM Komponen Otomotif di Jakarta, Selasa, (14/5).

Menurut Gati, kegiatan lokakarya ini merupakan upaya konkret Kemenperin dalam mendongkrak kemampuan IKM komponen otomotif khususnya dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Selain itu, IKM komponen otomotif dalam negeri berperan penting terhadap rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan produsen skala besar di Tanah Air dan pengoptimalan pada kandungan lokal.

Dalam workshop ini, IKM komponen otomotif dikenalkan lebih dalam mengenai tools Internet of Things (IoT) dan enterprise resource planning (ERP) serta dibantu dalam menentukan tools yang tepat sebagai prioritas untuk diterapkan dalam proses produksi, paparnya.

Lokakarya satu hari ini, diikuti lebih dari 50 pelaku IKM komponen otomotif yang merupakan anggota dari Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK), Koperasi Perkampungan Industri Kecil (KOPIK), Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI), Asosiasi UKM Pendukung Industri (AUPI) serta IKM komponen otomotif lainnya di area Jabodetabek.

Workshop ini juga dilaksanakan untuk menginformasikan INDI 4.0 dan hasil assessment yang telah diisi oleh IKM komponen otomotif mengenai tingkat kesiapan mereka dalam menuju industri 4.0. Pada workshop ini juga disampaikan rencana pilot project implementasi industri 4.0 bagi IKM komponen otomotif,” ungkap gati.

Menurut Gati, keberadaan IKM komponen otomotif sebagai pemasok yang memproduksi komponen maupun aksesoris kendaraan, dinilai perlu memenuhi standar kualitas Agen Pemegang Merek (APM). IKM kita juga saat ini telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk untuk dapat diserap APM,” imbuhnya

Kemenperin mencatat, pada tahun 2018, produksi kendaraan roda empat atau lebih dari industri otomotif di Indonesia telah mencapai angka 1,34 juta unit, dengan total unit penjualan di dalam negeri sebesar 1,15 juta unit.

Agar industri otomotif kita semakin kompetitif, maka tingkat komponen dalam negeri perlu ditingkatkan. Hal ini akan membuka peluang lebih luas bagi IKM untuk mengisinya, terlebih apabila didukung dengan peningkatan produktivitas melalui implementasi industri 4.0 dalam menunjang proses produksi,” tuturnya.

Gati berharap, melalui lokakarya ini, pelaku IKM nasional dapat memperoleh pemahaman terkait konsep industri 4.0 dan juga memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi industri 4.0 di Indonesia. Apalagi, saat ini beberapa aplikasi industri 4.0 memungkinkan untuk diterapkan oleh pelaku IKM sekaligus melakukan self-assessment atas kesiapannya menyongsong industri 4.0.

Semoga melalui kegiatan ini dapat membawa kemajuan bagi perkembangan industri otomotif dalam negeri, dan khususnya bagi penguatan IKM komponen otomotif melalui implementasi industri 4.0,” pungkasnya

Recent Posts

Wakili Megawati Hadiri HUT Demokrat, Rokhmin Dahuri: Persatuan Nasional di Atas Kompetisi Politik

MONITOR, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Ir. Rokhmin…

34 menit yang lalu

Bansos Bukan untuk Judol, SDM PKH Lumajang Perkuat Edukasi PKM

MONITOR, Lumajang - Upaya mencegah judi online (judol) menyasar keluarga penerima manfaat terus diperkuat hingga…

2 jam yang lalu

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum untuk Jaga Dana Bergulir

MONITOR, Bandung - LPDB Koperasi terus memperkuat tata kelola, kepastian hukum, dan mitigasi risiko dalam…

4 jam yang lalu

Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA

MONITOR, Jakarta — Pemerintah memperkuat tata kelola investasi dengan mengintegrasikan pelayanan penggunaan Tenaga Kerja Asing…

4 jam yang lalu

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

2 hari yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

2 hari yang lalu