POLITIK

Jika Merasa Menang, Demokrat Minta Jokowi-Prabowo Tak Alergi TPF Pemilu Dibentuk

MONITOR, Jakarta – Di tengah massifnya kecurigaan terhadap dugaan kecurangan Pemilu 2019, Partai Demokrat mengusulkan agar KPU RI menunda pengumuman penetapan hasil pemilu pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

Kadiv Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan, selain menunda pengumuman, pihaknya juga mendorong agar dibentuk Tim Pencari Fakta Pemilu. Menurut Ferdinand, usulan itu dimunculkan sebagai solusi untuk menghindari konflik saat ini.

“Sangatlah penting saat ini, untuk menghindari konflik bangsa, KPU RI nyatakan menunda pengumuman penetapan pemilu tanggal 22 Mei 2019 hingga Tim Pencari Fakta Pemilu dibentuk dan bekerja,” kata Ferdinand Hutahaean, dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa keberadaan TPF Pemilu ini untuk menjaga keadilan di negeri ini serta meminimalisir dugaan kecurangan yang terjadi selama ini.

“Ini untuk menjaga rasa keadilan bagi semua. Yang benar harus berani diperiksa. Ayo KPU jadilah pahlawan..!” tegasnya.

Ferdinand menambahkan, pihak Jokowi tak perlu alergi terhadap usulan pembentukan TPF Pemilu jika merasa benar akan prediksi kemenangannya. Pun demikian dengan kubu Prabowo, Ferdinand mengingatkan agar Prabowo tak perlu khawatir jika merasa dicurangi oleh kubu lawan.

“Bila Jokowi merasa menang Pemilu dengan jujur, maka tak perlu alergi dan takut terhadap audit TPF Pemilu. Demikian juga KPU RI jika sudah bekerja benar dan jujur tak perlu kuatir,” cetus Ferdinand.

“Dan Prabowo tidak perlu merasa kalah dicurangi, coba lihat kedalam, sudahkah juga jujur?” tandasnya.

Recent Posts

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

5 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

5 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

5 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

7 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

8 jam yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

8 jam yang lalu