Hormati Ramadhan, Ketua DPR Serukan Stop Kegaduhan Politik Pasca Pemilu

116
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo saat diwawancaraa awak media (IG Bamsoet)

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengimbau masing-masing kubu kekuatan politik untuk menghentikan kegaduhan politik sepanjang bulan ramadhan.

Bulan suci ramadhan 1440 H tahun ini hendaknya dijadikan momentum pemulihan hubungan baik antarkomunitas yang selama ini berseberangan karena beda sentimen politik.

“Pemulihan hubungan baik itu hendaknya diawali dengan kesadaran bersama untuk berhenti menyemburkan ujaran kebencian, berhenti saling tuduh, berhenti saling ancam, dan tidak lagi membuat pernyataan provokatif,” kata Bamsoet, di Jakarta, Minggu (5/5).

Menurut dia, semua kekuatan politik patut peduli dan menghormati masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa ramadhan.

Tujuannya, agar masyarakat fokus dan khusyuk, sehingga ruang publik hendaknya bersih dari segala sesuatu yang berpotensi menganggu atau merusak kesakralannya.

“Dua pekan lebih setelah pemungutan suara Pemilu 2019, sebagian masyarakat merasa tidak nyaman, karena ruang publik masih terasa sangat bising,” ujarnya.

“Kebisingan itu disemburkan oleh dua kubu yang paling berkepentingan dengan hasil perhitungan suara pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Isu tentang kecurangan terus dihembuskan kedua kubu,” tambah politikus Golkar tersebut.

Karena itu, sambung dia, bulan suci ramadhan patut untuk dijadikan momentum bagi semua kekuatan politik untuk menahan diri, dan membantu masyarakat di berbagai daerah mewujudkan pemulihan hubungan baik antarkomunitas.