Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyayangkan penerapan sistem Pemilu serentak yang banyak menelan korban. Sistem pemungutan suara secara bersamaan ini telah merenggut ratusan nyawa petugas KPPS.
Meski ungkapan simpati terus membanjiri insiden gugurnya petugas pengawal Pemilu, hingga muncul istilah pahlawan demokrasi bagi mereka yang meninggal dunia, Hidayat mengatakan hal itu tak cukup dijadikan alasan untuk menghibur keluarga korban ataupun mengalihkan isu atas imbas dari sistem pemilu serentak.
“Sebutan para korban sbg “Pahlawan Demokrasi” tak cukup jadi alasan untuk menghibur dan mengalihkan isu,” kata Hidayat Nur Wahid, dalam laman Twitternya, Senin (29/4).
Hidayat pun mengusulkan, agar DPR segera memanggil para pihak-pihak terkait penyelenggaraan Pemilu untuk mengevaluasi diterapkannya sistem pemilu yang menelan banyak korban ini.
“Dalam masa sidang terdekat, sangat penting DPR segera evaluasi dan panggil pihak-pihak terkait seperti Mendagri, KPU, Bawaslu dan lain-lain,” tukasnya.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch…
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menerima penghargaan _“The…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad…
MONITOR, Jakarta — Menjelang berakhirnya Program Magang Nasional Batch 2 pada 23 Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab…
MONITOR, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman berkolaborasi dengan Menteri…