Direktur IPR Ujang Komaruddin (dok: Hendrik Monitor)
MONITOR, Jakarta – Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, mengatakan secara aturan tidak ada yang dilanggar jika Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno kembali menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Namun, jika dilihat dari etika publik, rumor kembalinya Sandiaga justru akan mendapat penilaian yang kurang baik dari masyarakat.
“Aturan membolehkan, tapi memang tidak etis (dimata publik). Ingat kasus Setya Novanto, dia mengundurkan diri dari Ketua DPR RI, lalu dia kembali jadi Ketua DPR lagi,” kata Ujang saat dihubungi MONITOR, Kamis (25/4).
Masih dikatakan dia, meski secara etika politik, peluang Sandiaga untuk kembali menduduki kursi orang nomor dua di Jakarta masih sangat terbuka lebar.
Ia pun berpandangan, bila Sandi ingin tetap eksis dalam percaturan politik di Indonesia, Ujang menyarankan agar Sandi untuk mengambil dan bersanding kembali dengan Anies Baswedan.
“Sandi bisa kembali, dan bisa juga tidak. Jika kembali menjadi Wagub, artinya Sandi secara politik hidup kembali, dan akan bisa berkiprah di politik nasional lagi di 2024 nanti,” pungkasnya.
Tapi semua itu, sambung Ujang, tergantung dari sikap Partai Gerindra dan PKS nantinya.
MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama memberikan penguatan jajarannya…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan kritik tajam…
MONITOR - Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro, menilai bahwa sikap Polri dan pemerintah…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mencerdaskan…
MONITOR, Jakarta - Guna meningkatkan daya saing industri nasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial dalam rangka…