EKONOMI

Tim Gerak Cepat Kementan Selamatkan Aset Peternak Keerom

MONITOR, Jakarta – Berkat kesigapan Tim Gerak Cepat Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementan yang langsung terjun melakukan investigasi kasus ke Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, maka ribuan aset ternak sapi masyarakat dapat diselamatkan dari ancaman kematian akibat serangan penyakit Bovine Viral Diarrhea (BVD) atau dikenal dengan nama lain Diare Ganas pada Sapi (DGS). Hal tersebut disampaikan oleh I Ketut Diarmita, Dirjen PKH, Kementan di ruang kerjanya di Jakarta (11/4).

Ketut menjelaskan bahwa tim langsung dipimpin oleh Sulaxono Hadi, Kepala Balai Besar Veteriner Maros yang merupakan unit pelaksana teknis Kementan di Sulawesi Selatan dan mempunyai wilayah kerja sampai ke Papua dengan didampingi oleh petugas dari dinas peternakan Propinsi Papua dan Kabupaten Keerom.

“Tim gabungan telah melakukan pemeriksaan serta layanan pengobatan terhadap sapi yang sakit dengan gejala diare profus, demam, dan ambruk. Sosialisasi juga diberikan kepada peternak tentang tata cara pencegahan penyakit dan pemeliharaan ternak sapi yang baik,” tambah Ketut.

Sementara itu, Nyoman Polos dari Dinas Peternakan Propinsi Papua menyampaikan bahwa untuk memastikan penyebab penyakit telah diambil 30 sampel darah, 32 serum, 60 ulas darah, 3 swab, serta sampel organ tubuh sapi yang mati.

“Dari pemeriksaan organ sapi yang mati ditemukan perubahan patologis pada organ usus berupa pendarahan berbentuk garis, pembengkakan kelenjar pertahanan mesenterica, dan radang paru-paru akut, serta pendarahan pada saluran nafas atas. Pemeriksaan laboratorium terhadap organ tubuh secara histokimia positif terjadi infeksi BVD,” tambah Sulaxono.

Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan menjelaskan bahwa untuk menangani kasus ini Tim Gerak Cepat Kementan telah melakukan langkah-langkah strategis di lapangan bersama tim kabupaten dan propinsi.

“Petugas telah melakukan 1) isolasi sapi sakit di kandangnya, 2) pelarangan penggembalaan sapi sakit di lapangan penggembalaan, 3) pemberian obat dengan antibiotika LA dan memberikan roboransia, 4) meminta masyarakat meneruskan pengobatan tradisional untuk menghentikan diare dengan perasan daun biji dan kunyit, serta 5) pelarangan masyarakat menjual sapi ke luar wilayah tertular,” ungkap Fadjar.

“Tindakan ini telah dilakukan dengan baik oleh petugas teknis sehingga kasus dapat dikendalikan, dan jumlah kematian sapi di Keerom terhenti di angka 23 ekor,” tambah Nyoman.

Lebih lanjut Fadjar menyampaikan data jumlah populasi sapi di kabupaten Keerom sebanyak 22,107 ekor, dan kasus BVD pada bulan Januari 2019 tersebut tidak mengganggu supply sapi dan daging sapi untuk masyarakat Keerom.

“Artinya Tim Gerak Cepat Kementan telah berhasil mencegah penyebaran kasus lebih lanjut, dan melindungi puluhan ribu populasi sapi tersebut. Apabila dihitung dengan asumsi harga sapi rata-rata di kisaran Rp.10,000,000/ekor, maka puluhan atau malah ratusan milyar aset peternak Keerom yang kita selamatkan dan lindungi dari acaman penyakit BVD tersebut, ” pungkas Fadjar.

Recent Posts

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri melalui Layanan Sertifikasi Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat langkah strategis dalam mempercepat transformasi industri nasional yang…

10 menit yang lalu

Program Pendampingan Pertapreneur Aggregator Diklaim Sukses Dongkrak Pendapatan UMK

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat dukungannya bagi usaha mikro dan kecil (UMK) melalui…

46 menit yang lalu

Komisi I DPR Kutuk Serangan Israel terhadap Prajurit TNI di Lebanon

MONITOR, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengutuk keras serangan…

5 jam yang lalu

Sidang Perdana Korupsi Satelit Navayo Digelar di Jakarta, Tiga Terdakwa Dihadapkan ke Pengadilan Militer

MONITOR, Jakarta - Sidang perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan satelit Navayo…

6 jam yang lalu

Pemerintah Klaim Manufaktur Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global

MONITOR, Jakarta - Sektor manufaktur nasional kembali menunjukkan ketahanannya di tengah ketidakpastian kondisi global seperti…

8 jam yang lalu

Apresiasi Inovasi Kopi Rempah KEPOTA, Komisi IV DPR ajak Masyarakat Hilirisasi Produk Hutan

MONITOR, Bogor - Komisi IV DPR RI menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi produk perhutanan sosial…

8 jam yang lalu