POLITIK

Terjunkan Tim Advokasi, Kubu Prabowo Minta Pencoblosan di Malaysia Dihentikan

MONITOR, Jakarta – Tim pemenangan Prabowo-Sandi rupanya serius dalam menidaklanjuti kasus surat suara yang sudah tercoblos di Selangor, Malaysia. Diinisiasi Sekertariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, kubu Prabowo-Sandi mengirimkan tim advokasinya ke Selangor.

Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Provinsi DKI Jakarta, Mohammad Taufik, meminta kepada KPU untuk menghentikan kegiatan pencoblosan Pemilu 2019 di Malaysia. Selain itu, aparat penegak hukum agar mengusut tuntas sindikat pelaku kejahatan tersebut dan diproses secara hukum.

“Kekhawatiran kami akan adanya kecurangan Pemilu ternyata benar-benar terjadi. Ini membuat kami semakin khawatir dan harus memperketat pengawalan proses pemilu hingga berakhir penghitungan suara,” ujar Taufik di kantor Seknas Prabowo-Sandiaga di Jl Cokroamimoto, Menteng, Jakpus, Jumat (12/4).

“Mudah-mudahan kecurangan di Selangor, Malaysia, tidak terjadi di daerah lain maupun negara lain,” tambahnya pada acara menyikapi fenomenal kecurangan pencoblosan suara di Malaysia.

Sebagaimana diketahui, di dunia maya dihebohkan adanya video yang menunjukkan kegiatan ilegal berupa pencoblosan surat suara untuk kepentingan pihak tertentu. Video yang diunggah pada tanggal 14 April tersebut langsung viral dan menjadi sorotan mata dunia. Pihak KPU juga telah menyatakan bahwa kegiatan pencoblosan pada surat suara tersebut bukan hoax tapi benar adanya.

Atas kejadian tersebut, pihak pemenangan Prabowo-Sandi memberangkatkan timnya ke Malaysia untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang pelanggaran tersebut.

“Sore ini kami memberangkatkan tim hukum untuk bertolak ke Kuala Lumpur guna mengetahui hal yang sesungguhnya dan akan menjadi dasar bagi kami untuk mengambil sikap,” ujar Taufik didampingi ketua Tim Advokasi Prabowo-Sandiaga, Yupen Hadi, SH.

Sebelum berangkat ke negeri jiran, Yupen mengatakan bahwa jumlah pemilih pemilu di Malaysia lebih 600 ribu suara, bahkan hampir 1 juta.

“Ini angka yang cukup besar dan harus dijaga dari upaya kecurangan. Mudah-mudahan kecurangan di Selangor ini tak terjadi di daerah lain. Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga,” pungkas Yupen.

Recent Posts

Kementan dan GPPU Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Perunggasan Nasional

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) memperkuat sinergi untuk…

18 jam yang lalu

Gangguan Transaksi Flip Masuk Hari Keempat, Pengguna Minta OJK dan BI Bertindak

MONITOR, Jakarta - Gangguan transaksi pada layanan teknologi finansial (tekfin) Flip memasuki hari keempat. Sejak…

18 jam yang lalu

Usai Paparan di Hadapan Wakil PM Timor-Leste, Rokhmin Dahuri Turun ke Atauro Petakan Harta Karun Ekonomi Biru

MONITOR, Dili - Setelah memaparkan konsep pengembangan ekonomi biru di hadapan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste…

20 jam yang lalu

Bertemu Wakil PM Timor-Leste, Prof Rokhmin siapkan Roadmap Ekonomi Biru berbasis Potensi Lokal

MONITOR, Dili - Pengembangan ekonomi biru Timor-Leste memasuki tahap baru. Anggota DPR RI sekaligus Guru…

1 hari yang lalu

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

2 hari yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

2 hari yang lalu