Luhut Tegaskan Pemberian Amplop untuk Pengobatan Kiai Zubair

1018
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan

MONITOR, Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akhirnya angkat bicara mengenai rumor dirinya membeli suara ke Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. Luhut mengakui, kunjungannya pada Sabtu 30 Maret 2019 itu, murni hanya silaturahmi.

“Silaturahmi di pondok pesantren sudah biasa saya lakukan sejak menjadi Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Madiun Jawa Timur pada tahun 1995. Bagi saya keberadaan pesantren telah menjadi pilar penting untuk menjaga kekokohan NKRI,” jelas Luhut, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/4).

Luhut mengaku, kunjungannya ke Bangkalan, tak lain karena ingin menjenguk KH. Zubair Muntasor yang kabarnya memiliki masalah kesehatan. Sementara menyinggung amplop putih, ia menegaskan baha pemberiannya itu hanya untuk bantuan pengobatan Kiai Zubair.

“Sebagai tamu yang dijamu dan disambut dengan hangat, saya hanya dapat membalas dengan memberi bisyaroh sekedarnya untuk membantu pengobatan Beliau. Sayapun lebih dulu diberi oleh-oleh berupa batik dan batu akik. Begitulah tradisi yang kami lakukan untuk menjaga tali silaturahmi,” terang Luhut.

Ia menyesalkan, publik menyimpulkan dirinya melakukan transaksi jual beli suara kepada pimpinan pesantren. Luhut pun mengimbau kepada para elite agar mengedepankan pikiran jernih ketimbang prasangka buruk, dan hati yang bersih ketimbang hati yang penuh kecurigaan.

“Saya menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengatakan telah terjadi jual beli suara dalam pertemuan tersebut. Bagi saya, fitnah yang keji itu mencoreng kehormatan terutamanya KH. Zubair Muntasor dan pondok pesantren yang diasuhnya,” tegas Luhut.