DAERAH

Beri Perhatian Khusus ke Pagar Alam, Petani Kopi Dukung Stella Dia Tatung

MONITOR, Pagar Alam – Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2019, angka pengangguran tahun 2018 sebesar 3,23 persen. Jumlah tersebut mengalami peningkatan bila dibanding tahun 2017 lalu sebesar 2,8 persen atau mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen.

Kenaikan angka pengaguran di Pagar Alam disebabkan tinggi angkatan kerja baru, homogenitas pekerja, sistem kerja kekeluargaan, jam kerja minim, serta harga karet yang terus turun. Hal tersebut sangat mempengaruhi tingkat pengangguran di Pagaralam, karena masyarakat sangat bergantung pada sektor agraris. Kedepan harus ada terobosan kebijakan agar Pagar Alam dapat semakin maju.

Menjelaskan hal tersebut, Calon Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Stella Dia Tatung menyebutkan selama ini fokus pembangunan di Pagar Alam lebih kepada layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur fisik. Hal tersebut menjadi penting agar kedepan akses investasi dan peluang usaha di Pagaralam lebih terbuka lebar dan membuka banyak lapangan kerja baru.

“Harapannya beberapa tahun kedepan masalah pengangguran bisa diatasi dengan ketersediaan infrastruktur fisik dan administrasi. Karena akan dapat mendorong investor datang ke Pagaralam, fokus kita kedepannya adalah menjadi Pagaralam sebagai sentra pengolahan kopi, tidak hanya sebagai produsen buah kopi yang dijual mentah. Skemanya pertama kita akan mengupayakan industri rumahan kopi dan industri padat karya,” kata Stella saat diwawancarai wartawan, (2/4/2019).

Caleg PDIP tersebut menambahkan sebagai salah satu sentra kopi di Sumsel harus mampu mengatasi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan petani, industri pengolahan adalah solusinya. “Indikator-indikator pendukung sudah tersedia dan siap dimanfaatkan untuk mendukung industri pengolahan kopi. Jika terus mengandalkan bahan mentah saja, kita akan sulit sejahtera, maka Pagar Alam harus jadi pusat pengolahan dan pengembangan kopi di Indonesia, itu akan menjadi prioritas kita kedepannya,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Fachruddin Mukhtar, ketua Forum Masyarakat Petani Kopi Pagaralam menyatakan senang dengan perhatian Stella. Dirinya dengan ribuan masyarakat petani kopi di Pagar Alam siap dukung Stella di pileg nanti. “Kita akan satukan dukungan untuk yuk Stella agar dapat realisasikan programnya” tutupnya.

Recent Posts

Kemenag Buka Pendaftaran Murid Baru Madrasah 2026/2027, Cek Jadwalnya!

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi penerimaan murid baru madrasah (PMBM) 2026/2027. Pendaftaran…

2 jam yang lalu

Sambut 100 Tahun Masehi NU, PCNU Kota Depok Gelar Jalan Santai Kebangsaan Berhadiah Paket Umroh

MONITOR, Kota Depok - Dalam rangka peringatan 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama pada 2026, Pengurus…

9 jam yang lalu

Suviyanto Minta Petugas Haji 2026 ‘Mewakafkan Diri’ Layani Jemaah

MONITOR, Jakarta - Penguatan fisik dan mental bagi seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi…

11 jam yang lalu

Mahfuz Sidik: Partai Gelora Berbobot dan Layak Dipilih di Pemilu 2029

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, memasuki…

12 jam yang lalu

Wamenag Romo Syafi’i Fokus Benahi Tata Kelola Gedung dan Data Kemenag

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i akan fokus pada pembenahan tata…

13 jam yang lalu

Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB, DPR: Indonesia Harus Independen

MONITOR, Jakarta - Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tahun 2026…

16 jam yang lalu