Demokrat Tak Terima Kapal Selam KRI Ardadedali Diklaim Karya Jokowi

KRI Ardadedali - 404 merupakan salah satu unsur strategis alutsista baru TNI AL yang tiba dari Korea Selatan (dok: Tempo)

MONITOR, Jakarta – Publik kembali heboh atas pemaparan capres petahana Joko Widodo soal Kapal Selam KRI Ardadedali – 404. Pada debat keempat di Hotel Shangri-la, Jakarta Pusat, pada Sabtu (30/3) lalu, Jokowi menyebut Ardadedali sebagai salah keberhasilan industri alusista Indonesia.

“Kita juga memiliki kapal selam hasil kerja sama dengan negara lain, Kapal Selam Ardadedali,” demikian ucapan Jokowi saat debat berlangsung.

Jokowi menyebut, pembuatan kapal selam itu berkat kerjasama antara RI dengan pemerintah Korea Selatan. Rupanya statemen Jokowi membuat politikus Demokrat tak terima.

Adalah Rachland Nashidik, Wasekjen DPP Demokrat ini keberatan jika Jokowi mengklaim pembuatan kapal selam Ardadedali adalah hasil karyanya. Pak Jokowi, Anda tidak bisa mengklaim kerjasama pembuatan Kapal Selam RI dengan Korsel sebagai bagian dari karya Anda,” ujar Rachland Nashidik dalam laman Twitternya, Ahad (31/3).

Rachland mengatakan, sesungguhnya pembuatan kapal selam itu, selain melibatkan kerjasama dengan Korea Selatan, juga melibatkan peran serta dari pemerintah sebelumnya yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kerjasama yang melibatkan transfer of knowledge dan pembuatan kapal ketiga di PT PAL itu adalah buah kebijakan Pak SBY,” tutur Rachland.

Sebagaimana diketahui, KRI Ardadedali – 404 merupakan salah satu unsur strategis alutsista baru TNI AL yang tiba dari Korea Selatan pada 17 Mei 2018 lalu. Kapal selam tempur tersebut diproduksi di galangan Daewoo Shipbulding and Marine Engineering Co, Ltd (DSME), Korea Selatan.