Rocky Sebut Jokowi Berpotensi Kena UU Terorisme, PSI Tanggapi Santai

1007
Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni (dok:merdeka)

MONITOR, Jakarta –¬†Aktivis yang juga Akademisi Rocky Gerung kembali jadi sorotan publik. Dalam program tayangan ILC TV One, Rocky mengkritik wacana yang sedang digaungkan Menkopolhukam Wiranto terkait ancaman Undang-undang Nomor 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme terhadap pelaku hoaks.

Ia menyimpulkan, bahwa pelaku hoaks bisa dijerat dengan UU Terorisme. Sementara itu, Rocky menyeret nama Presiden Joko Widodo dan menganggapnya sebagai pembuat hoaks terbaik dan terbanyak.

Rocky beranggapan, hingga kini Jokowi belum mampu memenuhi target janjinya untuk menghadirkan mobil Esemka bagi rakyat Indonesia. “Kalau sekarang dipakai undang-undang terorisme, siapa pembuat hoaks terbaik dan terbanyak, ya presiden,” ujar Rocky, Selasa (26/3) lalu.

“Dari awal presiden telah bikin hoaks tentang Esemka maka perlakukan undang-undang terorisme pertama pada presiden. Kan itu konsekuensi-konsekuensi dari cara berpikir hukum yang otoriter akan kena dirinya sendiri,” tambahnya.

Merespon pernyataan Rocky yang selalu viral di media, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menilai Rocky Gerung tengah berusaha melawak. Hal ini diyakini Toni, sapaan akrabnya, sebagai upaya untuk mengibur hati para pendukung paslon 02.

Ia pun ingin membiarkan ahli filsafat itu terus mengutarakan unek-uneknya dengan permainan kata-katanya.

“Dia sedang berusaha melucu. Menghibur para pendukung Pak Prabowo yang galau karena segala cara sudah dilakukan. Tapi masih kalah jauh dari Pak Jokowi jadi biarkan saja Rocky bermain sirkus kata-kata, mudah-mudahan menenangkan hati pendukung Pak Prabowo,” kata Toni dalam laman resmi Twitternya, Kamis (28/3).