Tingkatkan Kualitas Hidup di NTT dengan Penerangan dan Air Bersih

1007
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur sektor ESDM di Nusa Tenggara Timur (NTT)

MONITOR, Kupang – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada hari ini, Sabtu (23/3), meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur sektor ESDM di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan Sumur Bor Air Tanah.

“Arahan Bapak Presiden bahwa APBN yang notabene uang rakyat harus dikembalikan kepada rakyat. Kedua, Pembangunan harus berkeadilan sosial. Saya datang ke sini (NTT) karena daerah ini butuh mendapatkan perhatian yang lebih baik,” kata Jonan dalam peresmian kali ini yang dipusatkan di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur sektor ESDM di Nusa Tenggara Timur (NTT)

Jonan menjelaskan bahwa rendahnya rasio elektrifikasi di NTT menggerakkan hati Jonan untuk datang langsung melihat kondisi NTT. “Provinsi NTT untuk Rasio Elektrifikasi paling rendah, saya memerintahkan PLN akan mati-matian untuk memenuhi 90 persen,” kata Jonan.

Pada tahun 2018, sebanyak 1.034 titik PJU-TS terpasang di Kota Kupang (175 titik) dan Kab. Belu (425 titik). Rencananya, NTT juga akan mendapatkan tambahan PJU-TS 2.000 titik pada tahun 2019.

“Ini 10% dari rencana nasional di 2019 sekitar 21.839 titik. Pentingnya supaya jalan-jalan umum lebih terang dan tagihan listriknya lebih hemat,” kata Jonan.

Sementara untuk pembangunan LTSHE, Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah yang mendapat alokasi pemasangan LTSHE sebanyak 4.284 unit yang tersebar pada 9 Kabupaten, yaitu Ende (89 unit), Flores Timur (555), Lembata (231), Alor (274), Sumba Timur (1.488), Sumba Tengah (532), Timor Tengah Selatan (766), Timor Tengah Utara (115), dan Belu (234).

Khusus pembangunan sumur bor air tanah, pada tahun 2018 telah dibangun sebanyak 11 unit yang tersebar di 5 kabupaten NTT, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 581 ribu m3/tahun, yang mampu melayani sebanyak 25,6 ribu jiwa penduduk.

“Air bersih ini penting sekali. Kalau gak ada lampu bisa pakai lilin untuk penerangan. Tapi, kalau gak ada air bersih, pakai apa? Apalagi banyak daerah NTT sulit air,” kata Jonan.

Rincian daerah yang mendapatkan layanan air bersih dengan anggaran mencapai Rp 3,2 Miliar dengan kedalaman antara 57-165 dan pompa selam 3 PK, antara lain:

➢ Kabupaten Belu (6 unit):
1) Desa Bardao, Kec. Atambua Barat
2) Desa Tulamalae, Kec. Atambua Barat
3) Desa Umanen, Kec. Atambua Barat
4) Desa Fatukbot, Kec. Atambua Selatan (2 unit)
5) Desa Tukuneno, Kec. Tasifeto Barat

➢ Kabupaten Malaka (1 unit):
1) Desa Kapitan Meo, Kec. Laenmanen

➢ Kabupaten Timor Tengah Utara (1 unit):
1) Desa Haulasi, Kec. Miomaffo Barat

Adapun tiga unit sumur bor lainnya, yaitu: 1) Desa Pura Timur, Kec. Pulau Pura, Kab. Alor, 2) Desa Bolatena, Kec.Landu Leko, Kab. Rote Ndao dan  3) Desa Oebela, Kec. Rote Barat Laut, Kab. Rote Ndao, sebelumnya sudah diresmikan pada tanggal 28 Februari 2019 di Rote Ndao.

Selanjutnya, pada tahun 2019, NTT akan mendapatkan tambahan sebanyak 50 unit yang mampu melayani 150 ribu hingga 200 ribu jiwa warga. “Pembangunan tersebut supaya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT,” kata Jonan.